Adipati Dolken Tidak Kuat Gendong Maudy Ayunda

Jakarta-C&R/OMG- Saat Adipati Dolken menjalani syuting film terbarunya Malaikat Tanpa Sayap, pria kelahiran, Bandung, 19 Agustus, 1991 ini dituntut harus beberapa kali menjalani adegan menggendong pasangan mainnya. Maudy Ayunda. Alhasil, karena mengalami banyak pengulangan, Adipati pun tidak kuat dan kelelahan saat harus menggendong perempuan yang populer lewat film Sang Pemimpi itu. Karenanya, bintang film Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets ini merasa adegan tersebut sebagai yang tersulit.

“Gendong dia sampai delapan kali kayaknya, dan itu tersulit buat saya. Karena dia lumayan berat juga,” terang Adipati yang ditimpali Ayunda. “Itu juga paling susah buat aku soalnya enggak enak banget rasanya digendong sama orang, aku ngerasa berat gitu kan. Dianya kaya udah enggak kuat gitu kan. Jadi aku yang bilang udah kasian jangan take ulang, kasian dianya udah enggak kuat,” beber Ayunda, sembari melempar senyum ke arah Adipati, saat ditemui usai nonton bareng premier film Malaikat Tanpa Sayap, di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Selasa, (7/2/2012) malam.

Mengenai perannya di film tersebut, keduanya menjadi sepasang kekasih, seperti apa ceritanya, mereka mencoba sedikit membocorkan. “Aku sebagai Mura, dia perempuan bisa kebalikannya dari Vino, Jadi dia dari kecil udah tahu sakit jantung jadi dia tahu hidupnya enggak bakal lama, tapi dia itu tetap nerima dan tetap ceria, hingga akhirnya bertemu Vino dan hidupnya semakin semangat dengan ketulusan cinta Vino pada Mura,” terang Ayunda.

Sedangkan Adipati sendiri? “Aku sebagai Vino, Vino itu dia awalnya punya semuanya, dia anak orang kaya, tapi tiba-tiba keluarganya kolep jatuh miskin. Sampai bener-bener miskin. Harus ngontrak di rumah yang bener-bener tidak nyaman. Udah gitu ditinggalin ibunya karena tidak kuat dengan kondisi, belum lagi adiknya yang masuk rumah sakit karena kecelakaan. Dalam kondisi susah banyak banget masalah yang muncul, akhirnya Vino ini kaya yang mendem masalah ujung-ujungnya nyalahin ayahnya. Vino ini orangnya bisa dibilang sedikit gelap, tapi ketika kenal Mura kejiwaannya mulai membaik,” tutur Adipati. (Cio)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan