Abad Band, Bangkitkan Kembali Musik Rock Era 80-an

Setelah bergelut dengan waktu selama dua tahun dan hanya menjadi band cover version dari cafe to cafe, akhirnya Abad Band siap unjuk gigi di kancah musik Indonesia. Band yang saat ini diasuh oleh Ucok, mantan vokalis Edane ini mengusung Genre Rock.

"Mereka harus rekaman. Kalau menjadi band cover version terus, mereka tidak akan bisa banyak berkembang," terang Ucok.

Band yang digawangi oleh Aldo 'Ade' Bachrum (bass), Adrian 'Abang' Namora (drum), Arya Pradana (gitar) dan Rezanov (vokal additional) ini masih menemui kendala di vokal. Mereka kesulitan menemukan vokalis yang sesuai dengan karakter yang diinginkan.

"Sebelumnya kita Pakai Ervin (vokalis edane) saat manggung, kalau sekarang dengan Rezanov (vokalis band Gribs). Kita sudah menemukan fill tapi dia statusnya masih additional jadi kita lihat saja ke depannya," ucap Ade, bassis saat ditemui di soft launching single Hey Hey (Let Me Rock U) di FJ Grill, Kemang, Jakarta, Rabu (10/10).

Band yang dibentuk sejak 2010 itu tercipta karena kecintaan dua anak muda bersaudara yang memang menyukai jenis musik rock terutama motley crue yang menjadi influence utama mereka. "Abad itu singkatan dari Abang dan Ade, yang bentuk kita berdua. Nama Abad sudah dari tahun 2010 main band dah dari 2008," terang Ade yang mencoba memadukan style rock 80-an dengan modern.

"Genre musik kita rock, tapi bukan glam rock. Kalau soal gaya kita ambil dari gaya glam rock tahun 80. Tapi Kita tetap padukan dengan gaya anak muda zaman sekarang," ungkapnya lagi.

Meskipun gaya dan penampilannya terlihat layaknya rocker tahun 80-an dan sedikit urakan, namun empat anak muda ini ingin mengubah image dengan membangkitkan kembali musik rock yang telah lama tenggelam di industri musik Indonesia ini.

"Saya merasa nyaman dan tidak malu, pokoknya seru-seru aja. Rock itu kebanyakan miras, play boy, bad boy. Menurut saya rock tidak harus seperti itu. Dengan bentuk band abad ini, kita akan ubah image seperti itu," kata Abang. (kpl/gum/dar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Berita Pilihan

  • Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Jakarta International School (JIS) tengah menjadi sorotan publik karena kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan petugas kebersihan di sekolah itu. Namun, sebelum kasus ini mencuat, seorang pedofilia internasional pernah mengajar di JIS. …

  • Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

    Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

    Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah

    Bayangkan bila dunia ini tanpa gajah. Setelah menempuh penerbangan berjam-jam, sampailah tim Let Elephants Be Elephants [LEBE] di Bandar Udara Jomo Kenyatta, Nairobi, Kenya, Afrika. Adalah model dan pecinta lingkungan hidup Nadya Hutagalung yang jadi salah satu orang di balik kampanye penyelamatan gajah Afrika ini. Perempuan berusia 40 tahun ini pun banyak berkisah ketertarikannya untuk... The post Nadya Hutagalung dan Cintanya pada Gajah appeared first on Hang Out Jakarta - Berita Artis …

  • Olivia Lubis Jensen Masih Suka Bulu Tangkis

    Olivia Lubis Jensen Masih Suka Bulu Tangkis

    Olivia Lubis Jensen Masih Suka Bulu Tangkis

    TRIBUNNEWS.COM - Baginya, bermain bulu tangkis itu mengasyikkan, karena ada adrenalin tersendiri saat ia bisa memukul koknya dan mendapat angka …