The Thieves: Jika Maling Asia Beraksi

Siapa yang tidak mau menonton sebuah film yang diperankan aktor dan aktris populer? Selesai menonton, mata pun kembali “segar”. Seperti itulah “The Thieves” — film nomor tiga paling laris sepanjang sejarah perfilman Korea. Dalam sebulan, terhitung 11,9 juta warga Korea pergi menonton film ini, dan masih akan bertambah lagi.
 
Bagi pemerhati film Asia, kesepuluh pemeran maling dalam film garapan sutradara Choi Dong Hoon jelas bukan nama-nama asing. Dari kubu Korea, aktor dan aktris yang terlibat semua pemain watak. Ada Kim Yun Seok (yang berperan sebagai Macao Park, sang penggagas maling permata seharga $ 20 miliar). Selain itu, ada pula Kim Hye Soo (aktris berbadan aduhai yang selalu menampilkan peran unik dan akting berani. Pernah tampil setengah telanjang di film “Tazz: The High Rollers”).
 
Film ini bercerita tentang komplotan maling dari Korea dan Hongkong yang terbang ke Makau untuk mencuri berlian berharga. Namun, kesepuluh maling ini ternyata punya agenda masing-masing dalam usaha pencurian ini yang menyebabkan rencana mereka agak berantakan sehingga nyawa dua maling pun melayang dan beberapa masuk penjara.

Kim Soo Hyun dalam "The Thieves"Sebagai penarik untuk penonton anak muda, ada Jun Ji Hyun atau yang sekarang lebih dikenal dengan Gianna Jun. Setelah kesuksesan dengan “My Sassy Girl”. Lewat “The Thieves”, aktris yang baru saja menikah ini seperti kembali hidup. Karakternya sebagai Yenicall yang sadar akan kecantikan dan pecicilan menjadi daya tarik utama. Dipasangkan dengan Kim Soo Hyun, aktor muda yang menjadi idola baru ABG Korea, kelekatan pasangan ini juga kemudian banyak mengundang kocak tawa.
 
Sedangkan dari negara tetangga, aktor yang terlibat tidak kalah beken. Bagi penggemar film Hongkong, nama Simon Yam termasuk nama yang akrab. Puluhan film sudah dibintangi termasuk “SPL” dan “Ip Man”. Selain itu, ada Angelica Lee, aktris Malaysia yang melejit lewat film horor “The Eye”.
 
Yang membuat film ini menjadi menarik adalah penokohan dan pencitraan para maling yang dikemas glamor. Terkadang dibuat kontras dengan setting lokasi yang, selayaknya tempat maling “beroperasi”, semrawut dan kadang kumuh.
 
Soal lokasi syuting juga menjadi daya tarik karena mengambil lokasi syuting di banyak tempat. Dari Seoul, Hongkong, Makau, hingga akhirnya kembali ke Korea di kota pinggir laut Busan.
 
Dengan percampuran aktor dari berbagai negara dan juga lokasi di berbagai pelosok Asia inilah, banyak hal unik yang bisa digarap. Candaan dan sindiran kedaerahan menggunakan berbagai bahasa — Korea, Kanton, Mandarin dan Jepang — membuat adegan pertemuan kesepuluh maling ini menjadi menarik.
 
Dari segi gambar dan mood keseluruhan film ini juga bisa dibilang agak berbeda dengan kebanyakan film Korea yang cenderung mengandalkan gambar lanskap indah dan permainan warna dramatis. Sedangkan “The Thieves” menjahit potongan-potongan gambar cepat dalam satu adegan sehingga terasa dinamis.
 
Jika ada kekurangannya, maka itu datangnya dari alur cerita yang sedikit agak keteteran di bagian penyelesaian para karakter 10 maling ini. Tapi, ini dimaklumkan karena esensi film tetap lekat. Yaitu, menghibur penonton.

Berita Pilihan