Bikin Film Yang Beda Dong!

Alkisah, jagoan kita seorang penulis muda menemui Pak Bos, sang produser eksekutif, untuk mengajukan skenario yang selama ini menjadi obsesinya. Bosan menulis genre yang sudah-sudah, kali ini penulis kita membuat yang beda. Ceritanya ia ingin sekali menunjukkan bahwa ia bukan cuma penulis cerita pocong dan kuntilanak. Dan karena Pak Bos ini kemaren sering bilang, “Ayo dong, kita bikin yang beda, yang baru,” penulis kita jadi merasa nggak terlalu muluk untuk mengajukan sebuah psychological thriller tentang makhluk luar angkasa yang mendarat di Jakarta dalam misi untuk menguasai bumi. Ahem. Oke deh.

Fast forward ke kantor sang produser, penulis kita sudah di sana. Karena mood mungkin sedang bersemangat, bos kita manggut-manggut membaca sinopsis yang diajukan.

“Bagus nih, menarik, belum ada kan film kita tema beginian?”

Ah. Tema beginian. Nggak apa, minimal dia lihat bedanya. Penulis kita tersenyum.

“Pastinya belum ada, Pak. Makanya, kan Bapak minta yang beda, nah ini usulan saya, dan kalau Bapak baca, ini sebetulnya genre psychological thriller, saya pingin seperti film David Lyn-...”

Belum selesai penulis kita bicara, Pak Bos sudah memotong lagi.

“Tapi ini mesti di… Apa tuh namanya, localize gitu, Mas. Penonton kita itu belum biasa kan sama tema alien-alien gini.”

Sudah menduga, penulis kita dengan yakin menyambut masukan Pak Bos.

“Setuju sekali, Pak. Saya kepikiran gitu juga, dan sama temen-temen udah riset tentang hal-hal sekitar UFO atau alien di Indonesia, ternyata banyak Pak, cerita-cerita tentang ini.”

Sambil berlanjut cerita, penulis kita menyerahkan kliping hasil print out keren berbagai artikel tentang UFO di Indonesia hasil browsing di internet. Dari artikel berita, blog, foto, sampai diskusi Kaskus lengkap di kliping itu. Cukup meyakinkan. Pak Bos melihat-lihat tiap lembar, ekspresinya tidak terlalu tertarik, manggut-manggut dan akhirnya mengutarakan pendapatnya.

“Ada juga ya rupanya, Mas. Tapi saya rasa mending kita bikin jadi ada hubungannya ke yang tradisional.”

Tradisional. Penulis kita mikir, lalu sambil tetap tersenyum dan percaya diri bertanya. Pembahasan yang sesungguhnya pun dimulai.

“Tradisional gimana pak? Maksudnya jangan terlalu modern?”
“Ya tradisional, kita bawa ke yang udah akrab sama masyarakat, kan banyak cerita makhluk-makhluk serem yang pernah kedengeran.”
“Ngg… Makhluk serem, tapi bukan klenik kan pak?”
“Yah, apalah namanya istilahnya, intinya kan makhluk jadi-jadian lebih dekat sama budaya kita, tapi kan kamu bisa campurin unsur alien-nya di situ”.
“Nggak malah jadinya horor lagi ya, pak? Saya kira kemaren bapak pengen yang beda.”
“Ooooh, nggak, ini tetep beda, saya suka konsepnya, cuma kita mesti bikin untuk pasar.”

Pasar. Mampus.

Penulis tersenyum manyun karena sudah bisa melihat arahnya ke mana. Mending coba cek dulu, seberapa serius pak bos untuk bikin yang beda. Saatnya bertanya soal budget. Pak Bos juga tahu pasti bakal butuh anggaran lebih untuk special efffects dan segala macemnya. Tapi belum sempat nanya, Pak Bos sudah ngomong duluan.

“Dan karena ini gambling banget, saya juga budgetnya nggak mau gede-gede ya.”

Dengan sigap penulis menyambut. Harus cerdik, bandingkan dengan film besar, supaya nggak terkesan mahal.

“Oh nggak kok Pak, nggak lah, jauh dibanding bikin film kolosal tentang sejarah atau perang kemerdekaan. Ini saya perkirakan cukup enam mil-…”

“Saya maunya kita bikin yang 300 ribu penonton udah aman balik modal. Budget sekitar 2 M lah. Jadi nanti nggak usahlah bikin scene-scene gede, terus efek yang simpel aja, yang penting orang tahu – ooh ini filem orang planet.”

Filem orang planet. Belum mau langsung menyerah, penulis kita masih berusaha. Dikit.

“Mmm… Sayang dong, Pak. Masak kayak efek di sinetron Jin dan Jun, he he he…”
“Nggak segitunya lah. Lagian Mas juga ngerti kan. Lihat kondisi perfilman tahun ini, sekarang dapet 300 ribu penonton aja udah sukur. Sementara ini bukan tie pasar, gambling saya makin gede dong, ya jangan mahal-mahal lah produksinya ya.”.
“Oke… Tapi dari sisi genre psychological thrillernya, Bapak oke ya.”.
“Yang penting bikin banyak adegan yang bikin kaget gitu. Juga sexy dikit.”.

Penulis kita tersenyum. Menunduk sebentar, menarik napas, lalu melanjutkan.

“Gimana kalau judulnya Godaan Alien Jadi-jadian.”.
“Cakep.”.

Yak, kita pun kembali dari nol.

Terpopuler

  • Game of Thrones Season 4 dan Kisah Antar-Klan

    Game of Thrones Season 4 dan Kisah Antar-Klan

    Game of Thrones Season 4 dan Kisah Antar-Klan

    Game of Thrones [GoT] musim keempat kembali hadir Game of Thrones [GoT] musim keempat kembali hadir secara eksklusif di HBO atau HBO HD setiap Minggu, mulai 13 April 2014 pukul 21.00 wib. Kali ini GoT kembali dengan 10 episode yang akan memberikan perjalanan baru bagi penggemarnya di Asia, khususnya Indonesia. Serial peraih Emmy dan Golden Globe... The post Game of Thrones Season 4 dan Kisah Antar-Klan appeared first on Hang Out Jakarta - Berita Artis Indonesia Terkini. …

  • Anaknya Sekolah di JIS, Hotman Paris Kutuk Kasus Pelecehan Seksual pada Murid TK

    Anaknya Sekolah di JIS, Hotman Paris Kutuk Kasus Pelecehan Seksual pada Murid TK

    Anaknya Sekolah di JIS, Hotman Paris Kutuk Kasus Pelecehan Seksual pada Murid TK

    (Tabloidbintang.com) - "Selain dua orang diduga Pelaku yang sudah ditahan polisi, agar juga ditahan 'Pegawai Wanita' yang membantu lancarnya sodomi," kata Hotman Paris. …

  • Membongkar Rahasia The Overtunes

    Membongkar Rahasia The Overtunes

    Membongkar Rahasia The Overtunes

    Siapa personel The Overtunes yang banyak fans ceweknya? Muda, tampan, berbakat, dan digandrungi fans, terutama groupies cewek, merupakan paket lengkap yang dimiliki band bersaudara, The Overtunes. Sejak Mikha Angelo menjadi kontestan ajang pencarian bakat, X Factor Indonesia tahun 2013, seketika nama kedua saudaranya, Mada Emmanuelle Brahmantyo dan Ruben Nathaniel turut menjadi populer. Tak hanya ‘menjual’... The post Membongkar Rahasia The Overtunes appeared first on Hang Out Jakarta - Berita …