Attack The Block: Alien Datang, Preman Menghadang

Attack the BlockAttack the Block

"Makhluk luar angkasa datang menginvasi bumi secara besar-besaran dan menghadapi perlawanan sengit dari militer." Kira-kira begitu mungkin isi buku panduan membuat plot film serangan makhluk asing ala Hollywood, seperti yang kita sering lihat. Jika memang benar demikian, maka film "Attack The Block" mematahkan semua aturan tentang film alien dan menghasilkan sebuah hiburan segar yang bebas klise atau basa-basi.

Ketika sekelompok berandalan di London Selatan menemukan makhluk aneh kecil yang keluar dari meteorit yang jatuh, mereka kemudian mengejar dan memukulinya sampai mati. Berniat menjualnya ke media, mereka kemudian menitipkan bangkai alien tersebut di ruang khusus persembunyian pengedar narkoba. Tak lama kemudian lebih banyak lagi meteorit yang jatuh membawa makhluk lain yang lebih besar dan menakutkan, dan kali ini giliran para preman cilik ini yang menjadi buruan.

Invasi makhluk asing pun dimulai, namun tidak mencakup seluruh dunia. Hanya di satu blok di selatan London. Tak ada militer yang menjadi pelindung bumi. Hanya ada para alien yang menghadapi sekelompok berandalan, pengedar narkoba, dan seorang suster muda korban penodongan.

Nyeleneh, seru dan kocak adalah deskripsi kesan menonton "Attack The Block". Tempo cerita dibangun cepat seiring perkenalan satu demi satu karakter yang jauh dari stereotip pahlawan ala Hollywood. Semua karakter unik, berimbang dan diperankan dengan baik hingga sepanjang film kita merasa semakin mengenal masing-masing tokoh. Tidak ada yang paling menonjol, tidak ada yang paling jago, semua punya kelebihan dan semua punya kekonyolannya sendiri.

Ini yang membuat "Attack The Block" begitu menghibur. Situasi yang paling menyeramkan pun bisa menjadi kocak karena kekonyolan karakter-karakternya. Tanpa ada yang membadut, dialog-dialog polos dan situasi yang cenderung blo'on akan membuat penonton tertawa terbahak-bahak sepanjang film.

Hebatnya lagi, kuatnya humor dan komedi tidak membuat film ini kehilangan ketegangan. Cukup banyak adegan yang membuat penonton menahan napas tegang diantara lelucon-lelucon. Semua ini dihadirkan konsisten dalam tempo yang tinggi, sehingga kenikmatan menonton jadi maksimal.

Jika ada kekurangan dari "Attack The Block", itu hanyalah bahwa film ini rasanya bukan untuk konsumsi anak-anak. Di balik belianya sebagian tokoh dan kelucuan cerita, sebetulnya setting yang dipakai film ini cukup suram. Geng berandalan yang sudah menodong di usia begitu muda, pengedar narkotik, dan unsur kekerasan ditampilkan dengan blak-blakan.

Sutradara Joe Cornish (yang juga penulis skenario) sepertinya memang tidak mau filmnya menjadi pretensius apalagi dibebani pesan moral, sehingga jika memang ada anak-anak yang menonton sebaiknya didampingi orangtua.

Didistribusikan di Indonesia oleh MT Entertainment, "Attack The Block" tayang di Blitz Megaplex mulai 6 Juli 2011. Jika Anda kangen akan film asing yang sedang absen, film ini bisa menjadi pilihan terbaik saat ini. Bahkan rasanya, andai tidak ada masalah pajak film impor, "Attack The Block" tetap mampu bersaing dengan judul-judul besar.

Bersenjatakan kembang api bukan peluru kendali, berkendaraan skuter pizza bukan mobil sport, "Attack The Block" adalah film invasi makhluk luar angkasa terunik yang pernah Anda tonton — di mana pulsa untuk SMS lebih menentukan hidup-mati ketimbang senapan laser nan canggih.

Berita Pilihan