Musisi Duduki Wall Street

Gerakan Duduki Wall Street (Occupy Wall Street, disingkat OWS) ternyata sudah berumur setengah tahun. Sejak dimulai dari Taman Zuccotti pada 17 September tahun silam, gelombang protes yang konstan diadakan hampir setiap hari ini telah menghasilkan banyak momen hebat dan menginspirasi gerakan serupa di 83 negara dan 951 kota di seluruh dunia.

Pesannya sederhana, bahwa 99 persen rakyat menuntut keadilan ekonomi. Kaum 1 persen yang berkuasa dan menjadi musuh rakyat diwakili oleh para bankir dan pengusaha kelas kakap—yang di mereka simbolkan berpusat di Wall Street. Gerakan ini juga sempat naik daun di Jakarta, walaupun tak seramai di tempat asalnya.

Salah satu hal yang unik dari gerakan ini adalah karena OWS juga menyedot perhatian musisi dan artis ternama. Ratusan musisi tak sekadar mendukung secara lisan, bahkan puluhan dari mereka datang langsung ke tempat demonstrasi. Siapa sajakah musisi-musisi tersebut?

Third Eye Blind
Mewakili band, vokalis Stephan Jenkins menghadiri demonstrasi OWS pada tanggal 2 Desember tahun lalu. Third Eye Blind juga menyumbangkan sebuah lagu tema untuk OWS berjudul “If There Ever Was A Time”, yang bisa didengarkan via laman Facebook mereka. Menurut band yang naik daun di akhir ’90-an ini, mereka mendukung OWS karena menyadari krisis yang dialami anak muda Amerika Serikat—terutama mereka yang kesulitan melanjutkan pendidikan diakibatkan krisis keuangan. Saat menjenguk massa yang menduduki Wall Street, Jenkins menghibur massa dengan menyanyikan hits “Jumper”.

Tom Morello
Mantan gitaris kumpulan Rage Against The Machine dan Audioslave ini berkesempatan hadir di Occupy Los Angeles, bukan di Wall Street. Walau demikian, ia memainkan satu lagu folk lama yang beraroma gerakan sosial “This Land Is Your Land”, dan satu miliknya sendiri “World Wide Rebel Song” di depan ratusan demonstran pada 7 Oktober tahun lalu.

Kanye West
Kanye mengunjungi demonstrasi OWS pada 10 Oktober 2011 bersama Russel Simmons. Russel memang mendukung OWS, namun posisi Kanye tak jelas—karena sepanjang demonstrasi ia terlihat diam seribu bahasa. Oh, dan rapper ini bahkan masih memakai rantai emasnya di tengah ribuan orang yang terhantam krisis finansial di Amerika Serikat. Hal ini menimbulkan pertanyaan, benarkah Kanye benar-benar menaruh simpati pada gerakan rakyat 99 persen?

Anti-Flag
Band punk dari Pittsburgh ini mampir ke OWS dan menyanyikan dua lagu pada tanggal 8 Oktober lalu. Dalam set akustik tersebut kumpulan Anti-Flag menyanyikan satu lagu miliknya sendiri, "This Is The End", serta nomor legendaris milik the Clash, "Should I Stay or Should I Go". Kuartet ini memang aktif menanggapi isu-isu sosial, terlihat dari lagu-lagu yang telah mereka rilis. Tema-tema yang dibesut berkisar dari hak asasi manusia, perdamaian dan lingkungan.

Radiohead
Massa OWS dan seluruh dunia dibuat gempar dengan sebuah rumor: Radiohead akan manggung di tengah demonstrasi OWS pada tanggal 1 Oktober 2011. Namun mendekati Hari-H tersiar warta bahwa rumor tersebut ternyata tak benar. Radiohead lalu membuat konfirmasi bahwa mereka tak akan manggung di OWS, sekaligus mengirimkan dukungan melalui sebuah kicauan di situs twitter yang intinya menyemangati para demonstran. Walau tak hadir di OWS, sang vokalis Thom Yorke pernah menghadiri gerakan yang sama di London.

Yoko Ono
Yoko Ono dan John Lennon adalah pasangan musisi legendaris yang sangat terkenal aktif mengampanyekan isu-isu sosial. Mereka termasuk artis yang paling aktif  menentang Perang Vietnam pada era ’60-an dan ’70-an. Walau tak tampil langsung di tempat kejadian OWS, ia mengirimkan dukungan dari akun twitternya pada 1 Okober tahun lalu, yang menyatakan “Saya cinta #OccupyWallStreet”.

‘Occupy This Album’
Third Eye Blind, Tom Morello dan Yoko Ono ternyata masuk dalam sebuah album terkait OWS yang jadwalnya dirilis pada musim semi tahun ini. Album tersebut diberi tajuk ‘Occupy This Album’ dan berisi banyak nama lain yang juga tak kalah terkenalnya, termasuk Joan Baez, Devo, Mogwai dan Our Lady Peace. Menurut rilis persnya, hasil penjualan album ini akan diberikan langsung kepada gerakan OWS dan replikasinya di seluruh dunia, termasuk Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Asia dan Afrika. Sepertinya layak ditunggu!

Berita Terkini

  • Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Jakarta International School (JIS) tengah menjadi sorotan publik karena kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan petugas kebersihan di sekolah itu. Namun, sebelum kasus ini mencuat, seorang pedofilia internasional pernah mengajar di JIS. …

  • Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Jika Anda membuat sebuah akun Standard/Managed pada Mac, checkbox Parental Controls memungkinkan Anda untuk memberi kontrol agar pengguna yang lebih muda dan masih berada di bawah bimbingan memiliki batasan penggunaan. Ini merupakan sebuah fitur yang membantu Anda dalam membuat akun bagi pelajar, anak kecil, atau orang dewasa yang keranjingannya terhadap Mac sulit dihentikan. (Checkbox ini sebenarnya juga tersedia untuk akun Admin, namun jika Anda mengaktifkannnya maka akan keluar pesan …

  • Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    TRIBUNNEWS.COM - Marsha Timothy senang karena suaminya saat tidak ada kerjaan serba bisa mengurus anak. …