Sulit Memulai Berolahraga, Ya?

Sudah 1 tahun akhirnya saya menjalani olah raga berlari setiap hari Minggu bersama suami dan teman-teman saya. Ini hal yang menyenangkan yang saya tidak pernah terpikir akan berjalan selama ini. Saya suka berolahraga sejak remaja baik dirumah maupun di gym, tapi lari adalah hal yang saya benci.  ‘Perjalanan’ saya berlari setiap hari Minggu bersama teman-teman dan mengikuti berbagai race 5K/10K sudah berjalan setahun,dan itu adalah pencapaian yang luar biasa buat saya. I am happy for it!

Saya sendiri bukan pelari yang cepat, namun saya tetap berlari bersama-sama teman-teman saya yang jauh sudah lebih dahulu memulai lari sejak bertahun-tahun yang lalu, bahkan ada yang sudah berlari selama 10 tahun. Usia kita juga beragam, mulai dari 20-an hingga 50-an. Bagi saya yang bukan atlit ini, saya berlari untuk melatih kekuatan mental saya, tidak hanya fisik. To push my boundaries. Untuk melepaskan dan mendobrak batasan-batasan yang ada di diri saya.

Hal positif diantara teman-teman berlari saya adalah bagaimana kita semangat dan saling mendukung.   Semakin seseorang sering berlari, semakin ia tahu bahwa ini adalah suatu hal yang tidak instant. Oleh karenanya teman-teman saya sangat baik dan sangat supportive. Tidak ada yang sok jago atau intimidating. Bahkan menurut pengalaman saya, mereka semua rendah hati. Bagi yang sudah lama menekuninya, mereka lebih mengerti bahwa ini adalah hal yang harus dibangun dengan disiplin, ketabahan dan kerendahan hati. Oleh karenanya sehebat apapun teman-teman saya (bahkan ada yang sudah ikut half marathon, marathon dan triathlon), mereka selalu men-support satu dengan lainnya.

Kita selalu menikmati waktu olahraga bersama maupun pertemanan kita. Menariknya, saat kita berkumpul setiap hari Minggu, kita melepas semua ‘status’ kita di masyarakat. Kita tidak lagi peduli dengan status jabatan masing-masing dalam dunia kerja ataupun di lingkungan sosial. Saat berkumpul, kita hanyalah sekumpulan manusia yang saling berteman, suka berolahraga dan ingin menikmati hidup. Se-simple itulah saat kita berkumpul, dan itu sangatlah menyenangkan.

Namun saya sadar, ternyata sulit untuk mengajak teman saya yang lainnya untuk bergabung untuk lari bersama, jogging, jalan kaki atau bersepeda.  Saya mengerti setiap orang mempunyai kesulitan dan tantangannya masing-masing untuk memulai berolahraga,terlepas dari apa jenis olahraganya. Sayapun suka mengalami hal tersebut sama halnya dengan semua orang.

Ada tips yang bisa saya bagi yang berkaitan dengan bagaimana untuk bisa memulai dan terus menjalankan olah raga:

1.    Mengatur waktu beristirahat dan jam tidur
Untuk bisa berolahraga tentunya tidak baik dalam keadaan lelah,  kurang istirahat serta kurang/tidak sehat . Hal inilah yang sering membuat kita berat untuk memulai olah raga. Oleh karenanya waktu beristirahat dan jam tidur harus disadari dan diatur sedemikian rupa agar kita punya cukup tenaga untuk berolahraga.

2.    Mengatur aktifitas
Gaya hidup menentukan apakah kita akan bisa mempunyai kemampuan untuk berolahraga. Jika kita mempunyai gaya hidup yang berantakan, tentu akan semakin sulit untuk kita mampu berolahraga.

3.    Mengatur pola makan
Makanan yang kita makan juga sebaiknya disadari saat kita mulai membiasakan diri berolahraga. Jika kita tidaka mengatur pola makan yang baik, manfaat kesehatan dari olahraga tersebut bisa menjadi tidak maksimal. Hal ini akan membuat kita merasa jerih payah berolahraga menjadi tidak berguna dan menjadi kapok berolahraga. Padahal yang salah adalah karena kita tidak menjaga pola makan yang baik yang mendukung agar olah raga yang dilakukan memberikan manfaat semaksimal mungkin

4.    Menyediakan waktu
Olahraga tidak akan bisa dimulai jika kita tidak membisakan diri untuk menyediakan waktu luang. Ini adalah sebuah usaha yang harus dilakukan, bukan sesuatu yang kebetulan akan turun dari langit. Jika kita tidak membisakan untuk meluangkan waktu berolahraga, kita tidak akan pernah ada waktu berolahraga dengan beribu macam alasan.

5.    Mengerti kondisi fisik
Ada olahraga tertentu yang tidak baik untuk kondisi fisik tertentu. Berhati-hatilah dalam memilih jenis olahraga. Ada baiknya kita berkonsultasi kepada dokter mengenai jenis olahraga apa yang aman bisa kondisi kita.

Berbagai hal yang diperlukan bagi mental kita agar dapat tetap berolahraga:

1.     Motivasi
Motivasi setiap orang berbeda, setiap orang mempunyai alasan kenapa ia berolahraga. Contohnya saya, saya senang berolahraga lari setiap hari Minggu karena saya senang bertemu teman-teman saya dalam suasana non formal dan positif. Selain itu buat saya, olahraga menjadikan seseorang bisa melepaskan stress dengan baik. Bagi saya juga motivasi berolahraga adalah memberikan cukup tantangan kepada diri saya setiap kalinya, untuk keluar dari kotak kenyamanan, serta melatih kekuatan mental saya. Hal-hal tersebut menjadi motivasi saya. Motivasi akan membuat kita selalu terpacu. Setiap orang mempunyai motivasi berbeda. Apa motivasi Anda?

2.    Inspirasi
Seperti halnya dengan motivasi, setiap orang mempunyai sumber inspirasi yang berbeda-beda. Inspirasi saya adalah penulis Jepang, Haruki Murakami yang memulai lari di umur 33 tahun. Ia menuliskan di bukunya mengenai apa yang ia pikirkan saat ia berlari, dan itu memberikan inspirasi bagi saya. Saya juga sering terinspirasi dari berbagai iklan produk sport, melihat para wanita yang tangguh dalam melakukan olahraga dan saya ingin seperti mereka. Anda pastinya mempunyai inspirasi tersendiri. Carilah inspirasi tersebut, karena inspirasi itulah yang akan tetap membuat Anda terpacu.

3.    Penyemangat
Setiap orang juga memiliki faktor-faktor yang membuat semangat saat berolahraga. Mungkin saja, musik yang didengar di earphone kita membuat kita semangat. Musik sangat efektif untuk membangun daya tahan saat kita berolahraga, karena dengannya kita jadi semangat. Hal lainnya bisa saja pakaian atau perlengkapan olahraga. Sah-sah saja jika kita tambah semangat karena pakaian dan peralatan olahraga kita terlihat keren. Atau misalnya memilih lokasi olahraga yang berbeda dari yang biasanya, agar tidak bosan. Misalnya, saya dan teman saya berolahraga lari bisa saja berpindah-pindah, mulai dari berlari di sekitar Sudirman, lalu pindah ke Sentul City, lalu minggu berikutnya pindah lokasi di Ragunan dan lain sebagainya. Yang penting membuat semangat kita terus diperbaharui. Banyak faktor penyemangat lainnya, dan itu sah saja. Yang penting ini adalah sebuah cara untuk membuat kita semangat berolahraga. Carilah faktor penyemangat bagi diri Anda.

4.    Mengajak teman/keluarga
Teman dan keluarga adalah sebuah support system kita untuk membuat kita tetap terpacu untuk berolahraga. Teman baik saya berolahraga lari setiap hari Minggu adalah suami saya. Kita akan bangun subuh dan menuju ke lokasi berlari kita untuk bertemu teman-teman kita yang lainnya. Kita tergabung dalam komunitas lari Indorunners dan Jakarta Free Spirit. Yang penting kita mempunyai teman yang memberi kita support, untuk saling menyemangati, karena tidaklah mudah untuk terus bisa disiplin. Dengan adanya teman dan keluarga, kita olahraga menjadi suatu hal yang menyenangkan. Lebih mudah menjalani sesuatu bersama-sama dibandingkan sendirian.

5.    Tantangan
Tantangan memberikan kita stimulasi untuk terus keluar dari kotak kenyamanan. Stimulasi untuk rasa penasaran. Tanpa tantangan akhirnya olahraga menjadi suatu hal repretitif yang membosankan. Kita bisa saja memberikan tantangan setiap kali kita berolahraga (tentu disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing). Tantangan ini akan membuat kita terpacu dan semangat dalam menjalani olahraga yang dilakukan.  Kembali lagi, berhati-hatilah dalam memberikan tantangan kepada diri kita, semua tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi.

6.    Realistis
Olahraga harus dilakukan dengan realistis. Ekspektasi yang terlalu tinggi akan membuat kita kapok melakukan olahraga kembali. Mulailah dari semampunya, dan secara berkala ditingkatkan. Tidak ada hal yang instant dalam hal ini. Bersabarlah, dan ingat kembali, bahkan seorang atlit membutuhkan dedikasi hidup selama bertahun-tahun untuk bisa ditahap tertentu, apalagi kita yang bukan atlit. Be realistic.

7.    Reward
Berilah penghargaan kepada diri kita setelah berolahraga. Tapi ingatlah untuk tidak memberikan penghargaan yang malah merusak manfaat dari olahraga yang dilakukan terdahulu, misalnya memakan makanan berkalori tinggi. Percuma olahraga yang dilakukan susah payah jika hal terserbut dilakukan. Penghargaan bisa saja dengan memberikan tubuh waktu istirahat atau waktu bersantai setelahnya, bermalas-malasan dirumah sambil membaca buku atau menonton dvd misalnya. Penghargaan pada diri akan membuat kita menghargai pencapaian yang sudah kita capai saat berolahraga, dan membuat kita tetap semangat berolahraga.

Rawatlah kesehatan Anda dan rayakanlah kehidupan yang berharga ini. Selamat berolahraga, dan jika Anda bertemu saya berlari hari Minggu disepanjang Hi – Sudirman, jangan lupa menyapa saya ya.

Have fun!

Berita Terkini

  • Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Jakarta International School (JIS) tengah menjadi sorotan publik karena kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan petugas kebersihan di sekolah itu. Namun, sebelum kasus ini mencuat, seorang pedofilia internasional pernah mengajar di JIS. …

  • Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Jika Anda membuat sebuah akun Standard/Managed pada Mac, checkbox Parental Controls memungkinkan Anda untuk memberi kontrol agar pengguna yang lebih muda dan masih berada di bawah bimbingan memiliki batasan penggunaan. Ini merupakan sebuah fitur yang membantu Anda dalam membuat akun bagi pelajar, anak kecil, atau orang dewasa yang keranjingannya terhadap Mac sulit dihentikan. (Checkbox ini sebenarnya juga tersedia untuk akun Admin, namun jika Anda mengaktifkannnya maka akan keluar pesan …

  • Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    TRIBUNNEWS.COM - Marsha Timothy senang karena suaminya saat tidak ada kerjaan serba bisa mengurus anak. …