Eko Juniarto
  • Takdir vs Kehendak Bebas

    "The Adjustment Bureau" adalah sebuah film fiksi ilmiah romantis thriller yang dibintangi Matt Damon dan Emily Blunt. Film ini dibuat berdasarkan cerita pendek karya Philip Dick, "Adjustment Team".

    Saya menonton cakram Blu-ray "The Adjustment Bureau" di rumah (karena film ini tidak masuk ke Indonesia akibat kisruh tunggakan pajak). Awalnya hanya karena nama Matt Damon. Tapi ternyata film ini memang sesuai dengan selera saya.

    Cerita film ini bermula dari anggota Kongres AS David Norris (Matt Damon) yang sedang berkampanye untuk menjadi anggota Senat tahun 2006. Namun karena sebuah skandal foto — yang menampakkan bokongnya saat kuliah — merebak di media, David pun kalah.

    Sesuai tradisi, David mempersiapkan pidato kekalahan. Saat sedang berlatih di toilet, ia terkejut oleh kehadiran Elise (Emily Blunt) yang sedang bersembunyi di salah satu bilik toilet. Elise menyarankan David agar lebih jujur dalam pidatonya. Terdapat ketertarikan antara mereka.

    Menuruti saran Elise supaya lebih jujur,

    Selengkapnya »dari Takdir vs Kehendak Bebas
  • Star Trek Day

    Pada Minggu (12/6) saya menghadiri acara Star Trek Day di pusat kebudayaan @america, Jakarta. Diselenggarakan oleh Indo Star Trek (komunitas penggemar Star Trek di Indonesia) bersama dengan @america, acara ini bertujuan menunjukkan eksistensi komunitas penggemar fiksi ilmiah, terutama Star Trek, yang ada di Indonesia.

    Acara dibuka oleh perwakilan @america dan dilanjutkan oleh Bowo Trahutomo, seorang manajer di perusahaan logistik yang juga pentolan Indo Star Trek.

    Di acara selanjutnya, Erianto Rachman, seorang manajer perusahaan telekomunikasi, memberikan presentasi tentang apa dan bagaimana dunia Star Trek itu ciptaan Gene Roddenberry itu. Ini adalah gambaran dunia di masa depan yang utopis, ketika bangsa manusia sudah bersatu dan tidak berperang lagi. Mereka mencapai kemajuan yang sangat hebat serta berkelana di luar angkasa.

    Terdapat 700 episode televisi yang diciptakan di dunia Star Trek, dan belum tertandingi oleh kisah fiksi ilmiah lain — sama halnya dengan film

    Selengkapnya »dari Star Trek Day


  • “Pada menit-menit awal film ini saya terpesona dengan jernihnya gambar.” add citation
    Kisruh tunggakan pajak oleh importir film asing (yang berujung pada tiadanya film Hollywood di sini) tampaknya tidak akan berakhir dalam waktu cepat. Akibatnya, tidak ada jadwal tayang untuk film-film baru yang populer seperti “Thor”, “Kungfu Panda 2”, dan “Pirates of The Caribbean: On Stranger Tides”.

    Tetapi untunglah masih ada film independen “Limitless”, yang bisa masuk dan tayang di Indonesia.

    Pada menit-menit awal film ini saya terpesona dengan jernihnya gambar. Kombinasi proyektor digital dan teknik efek visualnya, serta kamera yang melakukan zoom in terus-menerus, mengingatkan saya pada fotografi ketimbang film.

    Awalnya saya mengira “Limitless” sebuah film fiksi ilmiah, namun ternyata ia masuk kategori film thriller, film dengan alur ceritanya menegangkan.

    Film yang disutradarai oleh Neil Burger (juga sutradara “The Illusionist”, 2006) berkisar pada kehidupan Eddie Morra (Bradley Cooper, “The Selengkapnya »dari Ketika Kemampuan Tak Berbatas
  • “Rango” adalah salah satu dari banyak film asing yang trailernya sempat gencar diputar di bioskop, namun tidak jadi ditayangkan di Indonesia akibat kisruh tunggakan pajak para importir film. Saya beruntung mendapat kesempatan menonton film ini dari materi promosi yang beredar di Internet.

    Film animasi arahan sutradara Gore Verbinnki  ini berkisah tentang seekor bunglon bernama Lars yang terlempar bersama terariumnya dari mobil sang pemilik ketika melindas seekor armadillo (sejenis trenggiling) bernama Roadkill, di jalan raya dekat Las Vegas.

    Kehausan akibat terdampar di gurun pasir Mojave yang kering kerontang, Lars (suara oleh Johnny Depp) diberitahu oleh Roadkill (Alfred Molina, “The Sorcerer’s Apprentice”) untuk pergi mencari minum ke kota Dirt.

    Dalam perjalanan, Lars bertemu dengan Beans (Isla Fisher) seekor iguana padang pasir. Beans juga merupakan satu-satunya penduduk kota Dirt yang masih mempertahankan tanahnya untuk tidak dijual. Ternyata, hampir seluruh penduduk kota Dirt

    Selengkapnya »dari Kisah Koboi untuk Semua Umur
  • “Embargo” film impor, akibat tunggakan pajak yang belum dibayar oleh importer film, membuat pilihan film Barat yang bisa ditonton di bioskop menjadi sedikit. Salah satu film asing yang lolos masuk adalah film independen “Source Code” karya sutradara Duncan Jones.

    Ini film kedua Duncan Jones setelah “Moon”, dan sama-sama masuk dalam genre fiksi-ilmiah. Film ini berpusat pada satu tokoh utama yang berusaha menyelesaikan sebuah masalah. Seiring waktu berjalan, dia menyadari situasi sebenarnya tidaklah seperti yang terlihat.

    Sang tokoh utama, Colter Stevens (Jake Gyllenhaal), terbangun di dalam sebuah kereta api yang sedang berjalan. Dia duduk berseberangan dengan Christina Warren (Michelle Monaghan) dan merasa serba heran. Terutama ketika Christina memanggilnya dengan sebutan “Sean”.

    Colter berusaha menjelaskan kepada Christina bahwa dirinya adalah seorang tentara (dalam mimpinya ketika tidur, dia seorang pilot helikopter dan sedang terlibat dalam baku tembak di Afghanistan). Setelah

    Selengkapnya »dari Apa yang Anda Lakukan Jika Bisa Mengulang Waktu?
  • Menyaksikan empat episode awal serial komedi situasi Happy Endings membangkitkan kenangan saya saat pertama kali menonton Friends — sebuah komedi situasi terkenal yang diproduksi selama 10 musim, 1994-2004.

    Betapa tidak, kedua serial ini sama-sama bercerita soal kehidupan antar enam orang yang bersahabat. Selain itu, komposisi pemain utamanya pun sama-sama berisikan tiga pria dan tiga wanita. Bahkan terlihat ada beberapa kemiripan karakter.

    Episode pertama diawali dengan acara pernikahan antara Dave (Zachary Knighton) dan Alex (Elisha Cuthbert). Namun sebelum mereka resmi menjadi pasangan suami-istri, Alex didera keraguan dan akhirnya pergi meninggalkan Dave dan para sahabat dekatnya di altar.

    Jane Williams (Eliza Coupe) adalah kakak Alex. Mirip karakter Monica Geller di Friends, Jane sangat mendambakan keteraturan sehingga cenderung ingin mengendalikan segala sesuatu. Ia menikah dengan Brad Williams (Damon Wayans, Jr.). Meski selalu terlihat bahagia, Brad sebenarnya merasa tertekan

    Selengkapnya »dari Mengobati Kangen ‘Friends’
  • Bagaimana jika seorang ahli kimia mantan anggota tim peneliti yang pernah meraih Nobel, terpaksa bekerja menjadi guru kimia SMA sekaligus sebagai pencuci mobil, dan ternyata divonis menderita kanker paru-paru stadium IIIA?

    Belum lagi ditambah istrinya sedang hamil, serta anak remajanya menderita kelumpuhan otak. Itu semua membuat Walter White, seorang guru kimia SMA, terpaksa mulai berpikir mencari cara agar keluarganya tetap sejahtera saat kanker merenggut nyawanya di masa depan.

    Walter White (Bryan Cranston) sewaktu muda adalah seorang ahli kimia yang brilian, yang dengan timnya meraih penghargaan Nobel. Bersama sahabatnya Elliot Schwartz (Adam Godley), dia pernah punya ide mendirikan sebuah perusahaan farmasi bernama Gray Matter — yang diambil dari kombinasi nama mereka berdua (Schwartz artinya hitam sementara White putih).

    Namun oleh sesuatu hal, Walt meninggalkan itu semua. Sehingga ketika Gray Matter sukses dan Elliot kaya raya, Walt akhirnya cuma menjadi seorang guru kimia SMA.

    Selengkapnya »dari Guru dan Murid Bekerja Sama dalam Kejahatan
  • Ingat serial televisi Prison Break? Dua penulis serial tersebut, Matt Olmstead dan Nick Santora, membuat sebuah serial televisi baru berjudul Breakout Kings yang masih bercerita soal penjara. Antara Breakout Kings dan Prison Break juga masih terkait, seperti diceritakan di episode ke-3 ketika Theodore “T-Bag” Bagwell melarikan diri dari penjara.

    Serial ini bercerita tentang sebuah kelompok khusus yang bertugas menangkap narapidana yang kabur dari penjara. Kelompok ini dipimpin Deputi US Marshal Charlie Duchamp (Laz Alonso), dan beranggotakan … narapidana juga.

    Adalah ide Ray Zancanelli (Domenick Lombardozzi), mantan deputi marshal, untuk memanfaatkan para narapidana dalam menangkap kembali narapidana yang kabur. Namun sebelum ide itu terlaksana, Ray tertangkap basah menggelapkan sejumlah uang, untuk membelikan putrinya mobil sebagai hadiah ulang tahun. Status Ray saat ini adalah bebas bersyarat, yang berarti dia pun seorang narapidana.

    Charlie, yang selama enam tahun bekerja di

    Selengkapnya »dari Menangkap Penjahat dengan Penjahat
  • Cukup Satu Kali

    Sebagai penggemar film, ada banyak film yang saya tonton lebih dari satu kali. Bisa karena film itu sangat fenomenal di masanya seperti “The Matrix” dan “Crouching Tiger, Hidden Dragon”, atau karena memang cukup menghibur dan tidak membosankan ditonton berulang kali seperti “The Incredibles”.

    Namun kadang ada beberapa film yang cukup ditonton satu kali, atau bahkan tidak sama sekali.
     
    Kebanyakan alasan utama saya adalah adanya adegan kekerasan yang traumatis. Walau saya tahu itu hanya sekadar film, namun adegannya terlihat sangat nyata (very graphic).

    Contohnya adalah “Slumdog Millionaire” (2009). Film ini sebenarnya sangat bagus, layak tonton dari awal sampai akhir. Namun di bagian tengah film, ada adegan pengamen cilik yang matanya dicungkil agar orang-orang menjadi iba dan memberi uang lebih banyak.
     
    Beberapa adegan sesudahnya memperlihatkan pengamen buta tadi menyanyi dengan indah, dan bisa menebak nilai uang kertas yang diberikan kepadanya. Adegan ini mengharukan, tetapi saya

    Selengkapnya »dari Cukup Satu Kali
  • Film “The Joneses” (Keluarga Jones) bercerita tentang sebuah keluarga yang menyimpan “keanehan”.

    Keluarga ini terdiri dari pasangan Steve Jones (David Duchovny, “The X-Files”) dan Kate Jones (Demi Moore, “Ghost”) serta kedua anak mereka, Jenn (Amber Heard) dan Mick (Be Hollingsworth, “The Beautiful Life”).

    Mereka pindah ke sebuah rumah yang baru terjual. Sekilas, keluarga ini tampak normal dan malah seperti keluarga sempurna. Rumah mereka besar (lengkap dengan perabot mahal), kendaraan mereka (dua mobil sport dan satu SUV) pun mahal.

    Tetapi pada malam hari, satu demi satu “keanehan” mulai terlihat. Misalnya, Steve dan Kate ternyata tidak tidur bersama di satu kamar. Pada malam berikutnya, Jenn bahkan mengendap-endap ke kamar Steve dan sempat mengajaknya berhubungan seks, sebelum dihentikan oleh Kate!

    Ternyata empat orang itu bukanlah sebuah keluarga. Mereka sesungguhnya empat karyawan sebuah perusahaan yang sedang menggunakan teknik stealth marketing (marketing siluman) untuk

    Selengkapnya »dari Perkenalkan, Keluarga Jones

Penomoran Halaman

(56 Artikel)