Valerius: Penggemar di Indonesia Membuat Kami Tersentuh

Valerius
Pada “Java Soulnation” 2011 lalu, sebuah band asal Belanda menjadi bintang tamu: Valerius. Band ini beranggotakan kakak beradik Kay (gitaris, vokalis) dan Jesse (gitaris, vokalis), Georgy (drummer), Xander (bassist), dan Jelte (keyboardist). Nama Valerius diilhami dari sebuah nama tempat di kota Amsterdam, Belanda, Valeriusplein.

Single mereka “Whenever” ditulis hanya dalam waktu sehari. Warna vokal mereka unik, suara gitarnya berkualitas dengan irama bass dan drum yang selaras dan menyenangkan. Valerius pernah ikut tur keliling Eropa bersama Jonas Brothers dan Life House.

Hari Rabu (28/9) lalu, Yahoo! Indonesia OMG berkesempatan berbincang dengan Valerius saat mereka berkunjung ke kantor Yahoo! Indonesia. Mereka mengaku sangat tersentuh dengan sambutan penggemarnya di Indonesia.

Apa kelebihan musik kalian?
Jesse: Aku rasa setiap individu punya gaya bermusiknya masing-masing. Kami menggabungkannya, munculnya “suara Valerius”.

Kakak beradik, sesama teman pria kan suka berkelahi. Bagaimana dengan kalian? Menemui kesulitan saat menciptakan lagu?
Kay:
Kalau di antara kami ada masalah satu sama lainnya, kami pasti langsung mengungkapkannya. Kemudian pasti terjadi perkelahian atau diskusi, tapi kemudian jika sudah puas, semua akan kembali seperti sedia kala. Kita lumayan sering kok berkelahi, dan itu sudah menjadi bagian dari proses penciptaan lagu Valerius.

Siapa yang menginspirasi kalian?
Jesse: Kalau saya sih Michael Jackson dan juga John Mayer.
Georgy: Saya rasa kami menggabungkan semua musisi berbagai aliran musik, mulai dari jazz sampai hip hop.

Saat kalian tampil di “Java Soulnation” 2011, adakah musisi Indonesia yang kalian suka?
Raisa!

Kenapa?
Dia cantik dan dia sangat baik. Sebenarnya dia adalah artis Indonesia pertama yang kami temui. Kami juga sempat bertemu dengan boyband Smash.

Pertama kali ke Indonesia? Apa yang kalian tahu tentang negara ini?
Xander: Ya ini pertama kalinya kami ke sini. Dan semua dari kami tahu banyak tentang Indonesia. Sangat banyak orang Indonesia tinggal di Belanda. Lagipula Indonesia kan bekas jajahan Belanda.
Jesse: Georgy punya banyak teman orang Indonesia di Belanda.
Kay: Kami semua diwajibkan untuk belajar sejarah Indonesia. Kami tahu banyak tentang Indonesia, tapi kami tidak pernah tahu bahwa kami punya banyak penggemar di sini.

Apa tantangan terbesar kalian di industri musik ini?
Kay:
Terus menjaga agar dirimu tetap gemilang.
Xander: Menyempurnakan musik.

Bagaimana cara kalian menghadapi tantangan-tantangan itu?
Kay:
Terus bermain musik. Dan kami sangat berusaha untuk fokus.
Jelte: Saat ini kami seperti tengah mendaki menuju puncak gunung.

Mimpi terbesar, mimpi terliar dari Valerius dalam karier bermusik?
Xander:
Tur keliling dunia! Setiap tahun.

Foto oleh Bernard Chaniago/Yahoo! Indonesia
Kalian pernah ikut tur keliling Eropa bersama Jonas Brothers dan Lifehouse ya? Cerita dong.
Saat itu kami tampil hanya sebagai artis pendukung. Sekarang kami bermain untuk sebuah pertunjukan dan orang-orang datang untuk melihat kami. Tapi saat tur keliling Eropa itu sangat mengesankan, kami pergi ke Perancis, Belgia, Irlandia. Jonas Brothers turut menginspirasi kami karena mereka lima besar artis terlaris. Menginspirasi sekaligus membuat frustasi pada saat yang bersamaan. Tapi mereka sangat baik dan kami masih tetap berhubungan sampai sekarang. Begitu juga dengan para anggota Life House.

Apa yang mungkin kalian lakukan saat ini jika kalian bukan Valerius?
Jesse: Kami akan tetap membuat musik.

Nama Valerius diambil dari nama “Valeriusplein”. Kenapa kalian menggunakan nama tempat itu sebagai nama band?
Kay:
Jadi begini, kami memiliki sebuah ruangan latihan band, yang sebenarnya merupakan kamar tidur salah satu teman yang ada di Valeriusplein. Tempat itu semacam plaza di tengah pemukiman di Amsterdam. Di sanalah kami mulai bermain bersama.

Bagaimana awal pertemuan kalian?
Xander:
Mereka (Jesse dan Kay) bertemu dari awal.
Jesse: Aku bertemu Georgy melalui teman. Saat itu George tergabung di sebuah band miliknya. Kami sering berdiskusi tentang musik, bermain bersama. Saat band Georgy bubar, aku pun mengenalkan Georgy ke Kay. Kemudian kami bertemu dengan Xander dan Jelte.

Ada musisi yang ingin kalian ajak kolaborasi?
Jesse:
Phoenix. Mereka sangat keren.

Bagaimana iklim bermusik di Amsterdam jika dibandingkan di Jakarta?
Kay:
Amsterdam memliki banyak band. Dan tentunya para pecinta musik. Saya tidak begitu tahu soal band di Jakarta, tapi jika membicarakan para pecinta musik, jelas sangat berbeda. Orang-orang yang datang ke pertunjukan musik di Jakarta lebih terlihat antusias dan mampu membangun suasana yang menyenangkan.

Apa yang kalian lakukan di Jakarta selain bermain musik dan melakukan wawancara?
Kami belum melakukan banyak hal di sini. Hanya berpesta dan berenang. Atau berbaring di tempat tidur, dan makan. Kalian punya banyak makanan yang enak.

Apa makanan local favorit kalian?
Jesse:
Emping.
Kay: Aku suka tempe.

Saya lihat di lini masa akun twitter kalian, kalian membeli mie instan?
Kay:
Ya kami sangat suka. Sewaktu pergi ke supermarket, aku dan Jelte mencari makanan-makanan yang aneh khas Indonesia. Aku suka mie instan rasa ayam.
Jelte: Aku suka yang rasa baso.

Kalian semua memiliki wajah yang tampan? Tidak mencoba karier modeling?
Jesse, Georgy, Xander, Jelte:
Kay memulai karier di dunia modeling terlebih dahulu.
Kay: Sangat jelas kalau sangat mudah berdiri depan kamera dan tidak ada kreativitas. Mungkin terlihat mudah, tapi saat aku terjun langsung di band dan menciptakan sesuatu. Dari pikiran menjadi lagu, dari lagu menjadi piringan musik, dari piringan musik menjadi penggemar, dari penggemar menjadi pertunjukan. Saya tidak akan menukar pola seperti itu dengan hal yang lainnya. Tapi sesekali aku masih suka difoto, karena mudah mendapatkan uang dari sana. Dan uang hasil foto pun aku belikan gitar.

Orang bisa mendapatkan musik kalian gratis dari Internet. Pembajakan. Apa pendapat kalian tentang hal ini?
Georgy:
Sebenarnya pembajakan itu baik di satu sisi.
Xander: Ada dua sisi yang saling bertolak belakang. Dengan pembajakan, orang menjadi mudah untuk mendengarkan musik kami. Tapi di sisi lain, pembajakan akan menghancurkan industri musik karena penjualan menurun. Selalu ada dampak positif dari sesuatu yang ilegal.
Jesse: Jika orang benar-benar suka musik kami, kami yakin kok mereka mau membeli album kami dan tidak malah mencarinya di situs-situs penyedia musik bajakan.

Tiga hal yang kalian suka dari Indonesia?
Makanan, keramahan orang-orang, dan cuacanya.

Bagaimana dengan penggemar kalian di sini?
Jelte:
Sangat jauh dari perkiraan saya dari awal. Sangat banyak penggemar yang antusias menonton Valerius.
Xander: Mereka semua mengagumkan, baik pria maupun wanita.
Kay: Banyak yang memberi kami hadiah.
Xander: Di Belanda, jika penggemar memberikan kami hadiah, tentu kami menghargainya, namun kadang mereka mengharapkan balasan dari kami. Di Indonesia, kami bertemu dengan gadis remaja yang memberikan foto kami dan telah dikemas sedemikian rupa. Dia sampai menangis karena itu dan saya sangat tersentuh. Penggemar Valerius di sini tidak mengharapkan balasan apa pun dari kami.

Punya sesuatu yang kalian takuti?
Kay:
Takut pada diri sendiri. Jaga kesehatan. Saya rasa tidak ada hal lain yang harus kami hadapi daripada menjaga kesehatan diri. Itu penting.

--

LIHAT JUGA:

VIDEO: Valerius akustikan di Yahoo! Indonesia
GALERI: Valerius di Yahoo! Indonesia
GALERI: Valerius di Java Soulnation

Berita Pilihan

  • Yuanita Christiani Tertarik Sepak Bola dan Moto GP

    Yuanita Christiani Tertarik Sepak Bola dan Moto GP

    Yuanita Christiani Tertarik Sepak Bola dan Moto GP

    TRIBUNNEWS.COM - Di otomotif, Yuanita jadi tertarik ketika pebalap di ajang Moto GP harus mampu memberikan waktu terbaik supaya bisa melakukan star di posisi terdepan. …

  • Nasib Ebi "Zigaz" akan Ditentukan dari Hasil Visum Korban

    Nasib Ebi "Zigaz" akan Ditentukan dari Hasil Visum Korban

    Nasib Ebi "Zigaz" akan Ditentukan dari Hasil Visum Korban

    Jakarta, C&R Digital - Pemain bas band Zigas, Ebi telah melakukan perbuatan tindak kekerasan terhadap penyanyi Nathalie Holscher dan asisitennya, Denny di apartemen Kalibata City pada Minggu (20/4) sekitar pukul 04.30 WIB.Polsek Pancoran yang menangani kasus terseebut melalui AKP Suroto, selaku Kanit Reskrim Polsek Pancoran mengatakan jika korban sudah menjalani pemeriksaan dan sudah melakukan tes visum. "Polisi sudah berikan surat pengantar untuk visum. Dan dia sudah divisum, tinggal diambil …

  • Seperti Sinetron, Farhat Abbas-Regina Ribut dengan Ilal di Pengadilan

    Seperti Sinetron, Farhat Abbas-Regina Ribut dengan Ilal di Pengadilan

    Seperti Sinetron, Farhat Abbas-Regina Ribut dengan Ilal di Pengadilan

    (Tabloidbintang.com) - Melihat kehadiran Ilal Ferhard, Farhat Abbas pun langsung melontarkan kata-kata sindiran yang cukup pedas. …