Semangat dan Kerja Keras Agnes Monica Patut Ditiru

Nama Agnes Monica kembali hangat diberitakan beberapa pekan terakhir. Bukan karena gosip asmara atau skandal, tapi prestasinya. Agnes Monica dipastikan menjadi salah satu pembawa acara ajang American Music Awards (AMA) 2010 yang digelar pada 21 November mendatang di Nokia Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat.

Gengsi dan reputasi ajang tersebut memang masih di bawah Grammy Awards. Tapi jika dilihat beberapa tahun terakhir, nama-nama musisi yang tampil, yang meraih penghargaan hingga jumlah penonton televisi, AMA bisa dibilang sebagai salah satu ajang penghargaan musik yang terbaik bukan hanya di Amerika Serikat, tapi juga di dunia.

AMA juga menjadi referensi bagi banyak pihak dalam melakukan survey selera musik khalayak hingga tempat memunculkan tren bermusik dan juga fesyen. Maka sah-sah saja jika pencapaian Agnes ini sebuah prestasi membanggakan, bukan hanya untuk pribadi, tapi juga nama Indonesia. Jangan lupa, perempuan kelahiran 1 Juli 1986 ini direncanakan juga akan menyanyi di AMA 2010.

Selain Agnes ada beberapa seleb terkenal yang ikut menjadi pembawa acara AMA 2010, seperti Danny Gokey, peringkat tiga American Idol musim ke-8.

Sejak beberapa tahun terakhir, Agnes sudah berikrar ingin menancapkan kukunya di level internasional. Agnes merasa menjadi artis cilik, presenter televisi, pemain sinetron dan penyanyi di level Indonesia tidaklah cukup.

Tidak mudah memang, karena industri hiburan di beberapa negara, terutama Amerika Serikat, dikenal sangat fanatik. Mereka lebih suka artis produk dalam negeri, dibanding artis luar negeri, meski yang bersangkutan menarik, berbakat dan juga berprestasi.

Tak heran jika band asal Irlandia, The Corrs, masih dipandang sebelah mata oleh industri musik dan khalayak di Amerika Serikat. Padahal di Asia, Eropa dan kawasan Inggris Raya, The Corrs populer bukan main.

Meski begitu semangat dan keuletan Agnes tak pernah kendur. Tak lama setelah berkoar akan 'go international', mantan pembawa acara 'Tralala-trilili' ini menjadi obyek kritikan infotainment dan beberapa media tanah air. Penyebabnya karena bukti 'go international' Agnes Monica belum juga tampak.

Tak lama setelah itu, tanda-tanda Agnes bakal eksis di luar negeri mulai terlihat. Agnes dikabarkan bermain di sebuah serial Taiwan berjudul 'The Hospital' (2006) bersama aktor top negeri tersebut, Jerry Yan. Jerry Yan populer di Indonesia dengan grup 'F4'. Lalu Agnes juga ikutan terlibat di serial 'Romance in the White House' bersama aktor Peter Ho.

Meski peran Agnes tidak signifikan di serial itu, ia tetap bangga.

Setelah itu beberapa kali Agnes juga tampil sebagai pembawa acara maupun pengisi acara di beberapa ajang di sejumlah negara ras kuning. Hingga akhirnya ditunjuk menjadi salah satu pembawa acara AMA 2010.

Ini semua membuktikan kalau Agnes memang tak pernah surut untuk mencapai cita-citanya. Padahal jalan yang dilalui sangat sulit, kritikan yang dihadapi sangat tajam serta saingan yang menghadang tidak main-main.

Agnes juga menunjukkan kalau artis Indonesia sebenarnya punya talenta dan bakat untuk bisa sukses di level internasional. Tinggal bagaimana para artis dan manajemennya bisa menjaga semangat dan konsistensi untuk meraih kesuksesan di level internasional. Selain tentunya modal finansial yang tidak sedikit.

Selain Agnes, band Slank juga pernah mencoba peruntungannya di Amerika Serikat. Tapi hingga kini hasilnya tidak terlihat sama sekali.

Artis Indonesia baru bisa 'menguasai' pasar di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan sebagian kecil Australia. Itu juga hanya beberapa band dan penyanyi saja.

Sudah saatnya orang luar lebih sering mendengarkan nyanyian atau petikan gitar artis Indonesia. Atau melihat akting anak bangsa di level internasional. Karena Indonesia memiliki akar dan selera berbudaya yang tinggi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu

Berita Pilihan