Proyek Pandai Besi dari Efek Rumah Kaca

Oleh Hilmi Umam


Dalam sebuah majalah musik yang terbit awal tahun ini, personel Efek Rumah Kaca Cholil Mahmud dikutip komentarnya mengenai musik Indonesia dan pembajakan. Berbeda dengan kebanyakan musisi lain, Cholil ternyata tidak terlalu khawatir.
Efek Rumah Kaca. (Liputan 6)
“Jangan sampai takut berkarya gara-gara teknologi, dibajak dan sebagainya. Harus cari peluang dan kesempatan bisnis,” kata Cholil. “Menurut gue, pembajakan itu terjadi karena kita telat merespon kemajuan teknologi yang serba cepat... Satu lagi, album fisik itu masih punya tempat kok buat para penggemar musik, selama itu berkualitas.”

Optimisme Cholil akan adanya tempat bagi album fisik yang berkualitas itulah mungkin yang mendorong dia dan teman-teman untuk merekam sebuah album dengan format dan lokasi yang spesial.

Kenapa format spesial? Karena Efek Rumah Kaca akan bertransformasi menjadi Pandai Besi — yakni formasi yang sekarang ditambah beberapa musisi tambahan yang memainkan lagu-lagu ERK dengan aransemen berbeda.

Pandai Besi terdiri dari Cholil Mahmud (vokal, gitar) dan Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar) ditambah Airil "Poppie" Nurabadiansyah (bas, vokal latar), Andi "Hans" Sabarudin (gitar), Muhammad Asranur (piano), Agustinus Panji Mahardika (terompet), dan Nastasha Abigail (vokal latar).
Kenapa lokasi spesial? Karena mereka akan merekam album ini di studio rekaman Lokananta, tempat lahirnya banyak karya besar musisi dan penyanyi legendaris Indonesia seperti Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bing Slamet, Bubi Chen, Oslan Husein, Benyamin S, Elly Kasim, Jack Lesmana, dsb.

Proyek Pandai Besi seolah-olah jadi pembuktian sekaligus tanggung jawab Cholil untuk terus berkarya di tengah kondisi industri musik Indonesia yang sedang payah. Memperbanyak karya, kata Cholil, adalah salah satu cara menumbuhkan iklim yang kemudian memicu musik yang bagus.

Karena proses rekaman menghabiskan biaya tidak sedikit, Pandai Besi berpaling ke pendanaan khalayak (crowdfunding) sebagai jalan keluar. Anda bisa menyumbang uang dalam jumlah tertentu dan mendapatkan imbalan.

Misalnya, dengan menyumbang Rp60 ribu, Anda berhak mendapat kaset serta foto Pandai Besi. Tetapi jika Anda menyumbang Rp10 juta, Anda akan mendapat kaset, CD, kaus, tas, dan mendengarkan langsung Pandai Besi bermain untuk Anda.

Tertarik mendukung Cholil dan proyek Pandai Besi? Silakan klik di sini.

Berita Pilihan