Lima Alasan Menonton Film "Oz the Great and Powerful"

Film “Oz the Great and Powerful” (2013) yang terinspirasi dari buku cerita anak-anak populer karya L. Frank Baum akan mencoba kembali menyeret Anda ke sebuah dunia yang fantastis.

Film ini merupakan prekuel dari “The Wizard of Oz” (1939) yang legendaris. Bila Anda adalah penggemar film klasik besutan Victor Fleming ini, “Oz the Great and Powerful” merupakan pilihan yang tepat untuk disaksikan. Selain itu, apa lagi alasan-alasan untuk menyaksikan film yang dibintangi James Franco, Mila Kunis, Michelle Williams, dan Rachel Weisz ini?

Berikut adalah lima alasan untuk menonton film “Oz the Great and Powerful”:

1. Kembali ke Oz
Cuplikan film Oz the Great and PowerfulBelajar dari apa yang terjadi di Hollywood beberapa dekade belakangan, prekuel tak selalu membuat film aslinya menjadi lebih menarik. Justru, terkadang menceritakan semua kisah latar belakang yang tidak kita ketahui sebelumnya membuat elemen misteri dalam filmnya menjadi lenyap. Ini belum termasuk kalau prekuelnya justru mencoreng ingatan kita akan film aslinya karena hasilnya jauh di bawah ekspektasi. Tapi, ketika pembuat filmnya berhasil memasukkan unsur-unsur familiar dari film pendahulunya dan mencampurnya dengan inovasi yang hebat dari segi efek visual dan cerita, sebuah prekuel justru bisa memperkaya kisah asli.

“Oz the Great and Powerful” sendiri berada di tengah-tengah spektrum ini. Yang jelas, film ini menarik untuk ditonton karena ia memberi kesempatan bagi kita untuk mengunjungi kembali negeri yang magis ini. Tak semua orang ingin tahu bagaimana Oscar Diggs (James Franco) akhirnya menjadi Oz (Frank Morgan), pemimpin di Emerald City. Tetapi, semua orang yang menyukai “The Wizard of Oz” pasti merasa sedikit rindu pada film klasik tersebut dan ingin melihat bagaimana Oz dibuat kembali dengan teknologi modern. Penonton bisa berjalan-jalan lagi di atas jalan bata kuning, bertemu kembali dengan sosok tiga penyihir, serta menyaksikan bentang alam yang cantik dari dunia yang ajaib ini — “Oz the Great and Powerful” jelas diciptakan untuk mereka yang kangen nostalgia.

2. Sam Raimi
Cuplikan film Oz the Great and PowerfulWalaupun dibuat dengan palet warna cerah, tak sulit untuk melihat bahwa “Oz the Great and Powerful” memang film karya Sam Raimi. Semua elemen fantasi yang sudah kita tunggu dalam film ini muncul dan memberi kesan bahwa “Oz the Great and Powerful” punya rasa semanis film pendahulunya. Tapi, di tangan Raimi, kisah Oscar Diggs yang tersesat di sebuah dunia yang asing punya unsur-unsur cerita yang gelap dan mungkin tidak Anda sangka akan hadir di sebuah film produksi Disney dengan rating PG. Tidak salah bila Anda kemudian teringat dengan film “Army of Darkness” (1992), karena Raimi sendiri mengakui bahwa dua kisah ini memiliki elemen-elemen cerita yang sangat mirip.

Meski demikian, keputusan Raimi untuk memasukkan corak gelap dalam “Oz the Great and Powerful” dengan cara demikian membuat rasa dari filmnya secara keseluruhan menjadi kurang menyatu. Kadang, Anda akan terkejut dengan penggambaran karakter Oz sebagai seorang pria brengsek yang suka merayu wanita. Lalu, Anda akan menemukan bahwa beberapa elemen ceritanya terasa sangat konyol. Akhirnya, tentu saja, Anda baru akan menyadari bahwa pada dasarnya “Oz the Great and Powerful” adalah sebuah film keluarga. Ini merupakan pilihan penyutradaraan yang aneh. Namun, perlu diakui bahwa sentuhan Raimi membuat naskah yang penuh kelemahan dari Mitchell Kapner dan David Lindsay-Abaire terasa sedikit lebih cerdas dan menarik.

3. Michelle Williams and Rachel Weisz
Cuplikan film Oz the Great and PowerfulKehadiran Michelle Williams sebagai Glinda serta Rachel Weisz sebagai Evanora adalah salah satu faktor utama yang membuat “Oz the Great and Powerful” menjadi spesial. Tanpa dukungan akting yang apik dari keduanya, film ini akan kehilangan sebagian besar dari daya pikatnya. Sebagai penyihir yang berada di dua kutub yang berseberangan, Williams dan Weisz memberi penampilan memukau yang sangat dibutuhkan film ini. Terutama, karena James Franco terlambat menghadirkan Oz sebagai karakter yang mengundang simpati.

Kostum dan tata rias yang sangat pas juga membuat Williams dan Weisz dapat menghuni karakter mereka sepenuhnya. Meski berperan sebagai penyihir yang baik, Williams bukanlah wanita lemah yang hanya punya satu atau dua trik sihir. Weisz sendiri mampu berperan sebagai penyihir jahat dengan sangat santai dan leluasa tanpa kehilangan keanggunan. Setiap kehadiran Evanora di layar merupakan saat yang begitu berharga.

4. Efek Visual yang Cantik
Cuplikan film Oz the Great and PowerfulAwalnya, pemandangan Oz yang fantastis memang akan membuat mata Anda harus berusaha keras untuk membiasakan diri. Seperti yang bisa kita intip di cuplikannya, Oz yang dihadirkan Raimi kadang terlihat aneh, palsu, dan beberapa hal terlihat seperti berbahan dasar plastik. Tapi, bila kita mengingat kembali, “Oz the Great and Powerful” serta “The Wizard of Oz” punya tampilan dunia yang memang mirip. Bila Raimi semata-mata memanfaatkan contoh yang sudah ada, maka Oz karyanya merupakan modifikasi dari tiruan yang sempurna.

Dalam film ini, kita juga disuguhi versi CGI dari lokasi-lokasi penting yang sudah pernah kita saksikan di film pendahulunya. Emerald City, Munchkinland, ladang bunga poppy, sampai Dark Forest yang sekarang terlihat lebih seram. Selain itu, makhluk-makhluk luar biasa seperti Finley si monyet bersayap, China Girl yang terbuat dari porselen, pasukan baboon yang bisa terbang, sampai peri sungai pun terlihat cukup detail dan tidak terasa aneh disandingkan dengan para karakter lain yang diperankan oleh manusia.

5. 3D
Cuplikan film Oz the Great and PowerfulAspek 3D dalam “Oz the Great and Powerful” memang tidak terlihat sebagai karya yang asal-asalan. Meski efeknya tidak sehalus dan semegah film-film live-action seperti “Hugo” (2011) ataupun “Life of Pi” (2012), “Oz the Great and Powerful” layak untuk disaksikan dalam format 3D. Menggunakan format ini, Sam Raimi mampu menghadirkan dunia yang terasa lebih hidup dengan efek ledakan yang lebih menyolok, adegan terbang yang lebih mengasyikkan, serta kehadiran babon terbang yang lebih mengagetkan.

Sisi lemahnya, tentu saja ada di faktor durasi. Mengenakan kacamata 3D selama 130 menit mungkin dapat membuat mata lelah. Tapi, bila Anda menonton bersama anak-anak, tampilan 3D “Oz the Great and Powerful” mungkin akan lebih menarik bagi mereka. Sama seperti dahulu penonton terkesima dengan tampilan negeri Oz dalam Technicolor, teknologi modern kini menawarkan kita kesempatan untuk terkesima dengan dunia ciptaan L. Frank Baum ini sekali lagi.


BACA JUGA:

10 trivia "Oz the Great and Powerful"
25 film paling dinanti di 2013
"Oz the Great and Powerful" cetak rekor Box Office AS
Disney akan buat sekuel Oz the Great and Powerful"

Berikut ini trailer "Oz the Great and Powerful":

 

 

Berita Terkini

  • Ahmad Dhani Izinkan Dul Tinggal Bersama Maia Estianty

    Ahmad Dhani Izinkan Dul Tinggal Bersama Maia Estianty

    Ahmad Dhani Izinkan Dul Tinggal Bersama Maia Estianty

    TRIBUNNEWS.COM - Ahmad Dhani ternyata melunak. Ia mengizinkan putra bungsunyatinggal bersama bekas istrinya, Maia Estianty. …

  • Pemberontakan Iwan Fals, Dipuja Rakyat Jelata

    Pemberontakan Iwan Fals, Dipuja Rakyat Jelata

    Pemberontakan Iwan Fals, Dipuja Rakyat Jelata

    Jakarta, C&R Digital - Iwan lahir dari Lies (ibu) dan mempunyai ayah tiri Haryoso (almarhum). Iwan menikahi Rosanna (biasa dipanggil Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani. Sebelum tenar sebagai penyanyi, Iwan sempat aktif di kegiatan olahraga. Ia misalnya, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi …

  • Ini Permintaan Maaf Gio Setelah Tereliminasi dari Panggung Indonesian Idl 2014

    Ini Permintaan Maaf Gio Setelah Tereliminasi dari Panggung Indonesian Idl 2014

    Ini Permintaan Maaf Gio Setelah Tereliminasi dari Panggung Indonesian Idl 2014

    TRIBUNNEWS.COM - Gagal menjadi yang terbaik dalam ajang Indonesian Idol 2014, membuat Giofanny Elliandrian meminta maaf. …