Film yang Dirilis Minggu Kedua Januari 2013

Minggu ini, penonton punya pilihan yang cukup beragam di bioskop. Ada film produksi Hollywood, Spanyol, Thailand, dan juga film nasional. Berikut adalah daftar film-film yang dirilis di bioskop minggu kedua bulan Januari 2013:

1. The Impossible
The Impossible (Foto: Jose Haro/Summit Entertainment)
Bersiaplah untuk dibanjiri air mata saat menonton film yang diinspirasi dari kisah nyata ini. “The Impossible”, kisah emosional yang mengharukan dengan latar bencana tsunami di tahun 2004 yang lalu. Film ini merupakan karya kedua sutradara asal Spanyol, Juan Antonio Bayona, setelah ia menghadirkan debutnya melalui film horor “The Orphanage” (2007).

Yang juga perlu dinanti dari film ini adalah penampilan mengesankan Naomi Watts sebagai Maria yang telah diganjar dengan nominasi Academy Awards dalam kategori Aktris Pemeran Utama Terbaik.

PLOT:

Maria (Naomi Watts), Henry (Ewan McGregor), dan ketiga putra mereka memulai liburan musim dingin di Thailand dan berharap dapat menghabiskan beberapa hari di surga tropis tersebut. Tetapi, di pagi tanggal 26 Desember, ketika keluarga tersebut sedang bersantai di kolam setelah perayaan Natal, suara menggelegar muncul dari dalam Bumi. Maria pun terdiam dalam rasa takut ketika dinding air tinggi berwarna hitam bergerak dengan cepat menuju hotel yang mereka tempati.

Sutradara: Juan Antonio Bayona
Penulis Naskah: Sergio G. Sánchez
Pemeran: Naomi Watts (Maria), Ewan McGregor (Henry), Tom Holland (Lucas), Samuel Joslin (Thomas), Oaklee Pendergast (Simon), Marta Etura (Simone), Sönke Möhring (Karl)
Durasi: 114 menit
Tanggal Rilis: 9 Januari 2013
Rating: PG-13
Produksi: Apaches Entertainment, Telecinco Cinema, Mediaset España, Canal+ España, Generalitat Valenciana, Institut Valencia de Cinematografia (IVAC), Instituto de la Cinematografía y de las Artes Audiovisuales (ICAA)

2. Countdown
Countdown
Film thriller ini adalah pilihan yang pas untuk memulai tahun baru dengan penuh kontemplasi. “Countdown” berusaha mengingatkan para penontonnya akan rahasia, cela, dan, dosa mereka melalui ramuan kisah menegangkan yang dibumbui komedi.

Hanya dengan kehadiran empat pemeran dalam sebuah set terbatas, “Countdown” berusaha menunjukkan bahwa kejadian-kejadian mengerikan bisa terjadi di tempat yang paling familiar. Sayangnya, ketegangan-ketegangan yang dibangun selalu terganggu dengan elemen komedi yang membuat Anda tak bisa menganggap film ini sepenuhnya serius.

Selain itu, naskahnya yang kurang efektif dan menghentak juga diperburuk dengan penampilan para pemerannya yang tak imbang. Anda mungkin menonton film ini dan keluar dari bioskop dengan sebuah pencerahan. Tetapi, jangan berharap lebih. Anda mungkin juga pulang tanpa mendapatkan kesan apa-apa.

PLOT:

Jack (Pachara Chirativat ) adalah pemuda yang berasal dari keluarga kaya raya. Ia membohongi kedua orangtuanya dengan pura-pura kuliah di New York supaya bisa menghabiskan uang untuk berfoya-foya. Pam (Pataraya Krueasuwansiri) yang juga merupakan seorang gadis kaya sering memanfaatkan harta orang tuanya untuk pamer pada teman-temannya. Sementara itu, Bee (Jarinporn Junkiet) yang merupakan pacar Jack, adalah sosok gadis misterius yang enggan membuka diri pada orang lain.

Ketiga anak muda ini memutuskan untuk menghabiskan malam tahun baru bersama-sama di apartemen mereka. Untuk menyemarakkan acara tahun baru mereka, Jack pun menelpon seorang bandar narkoba bernama Jesus yang dipercaya dapat menyediakan ganja jaminan mutu pada mereka.

Jesus pun datang membawa dagangannya ke apartemen Jack. Tapi, tanpa sadar, ketiga anak muda ini sudah terjebak dalam permainan keji sang bandar narkoba misterius yang membawa mereka menghitung mundur nyawa mereka sendiri.

Sutradara: Nattawut Poonpiriya
Pemeran: Pachara Chirativat, Jarinporn Junkiet, Pataraya Krueasuwansiri
Durasi: 100 menit
Tanggal Rilis: 9 Januari 2013
Rating: Dewasa
Produksi: GTH

3. Gending Sriwijaya
Gending Sriwijaya
Meski membosankan dan tak terlihat seperti sebuah film yang dibuat dengan dana Rp 9 miliar, “Gending Sriwijaya” patut diapresiasi karena berani menampilkan genre yang sangat jarang hadir dalam perfilman nasional. Film ini mencoba membuktikan bahwa film epik tentang kerajaan yang dibumbui adegan silat tak hanya punya tempat di layar kaca. Tetapi, jangan terpeleset dengan judul dan esensi film ini. “Gending Sriwijaya” merupakan sebuah kisah fiksi dan tak mengangkat kejadian historis.

Sorotan utama dalam film ini layak diarahkan pada Julia Perez yang berperan sebagai Malini, serta Agus Kuncoro yang tampil apik sebagai Awang Kencana. Jangan terburu-buru memberi cap negatif pada film ini hanya karena kehadiran Julia Perez. Justru, disini sang aktris yang biasanya berperan dalam film horor berbumbu seks tersebut tampil sangat baik di luar pakem yang selama ini melekat dengannya, serta akan membuat penonton terkesan.

PLOT:

Tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya, muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan. Kedatuan Bukit Jerai adalah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Mahawangsa (Slamet Rahardjo) dan Ratu Kalimanyang (Jajang C. Noer).

Mereka memiliki dua putera: Awang Kencana (Agus Kuncoro) dan Purnama Kelana (Sahrul Gunawan). Dapunta Hyang yang sudah tua memilih Purnama Kelana sebagai penggantinya. Dapunta merasa Purnama memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, cerdas dan lebih visioner dibandingkan dengan Awang Kencana yang hanya mengandalkan kemampuan olah kanuragan dan kekuatan militer.

Kecewa karena mengetahui rencana sang ayah, Awang Kencana kemudian menjebak Purnama dan menfitnah bahwa adiknya tersebut telah membunuh Dapunta. Dibantu para tabib dan sahabat-sahabatnya, Purnama yang dipenjarakan berhasil kabur. Purnama yang terluka saat melarikan diri lalu diselamatkan oleh Malini (Julia Perez), puteri  Ki Goblek (Mathias Muchus). Ki Goblek adalah pemimpin kelompok perampok yang menghantui Bukit Jerai.

Di Kedatuan Bukit Jerai, Awang kini telah dinobatkan sebagai raja dan dirinya bertekad untuk membasmi kelompok perampok Ki Goblek. Tetapi, melihat bahwa Awang berubah menjadi seorang pemimpin kejam yang tak punya belas kasihan, Purnama pun bertekad untuk merebut tahta dari sang kakak dan menyelamatkan Kedatuan Bukit Jerai.

Sutradara: Hanung Bramantyo
Penulis Naskah: Hanung Bramantyo
Pemeran: Slamet Rahardjo (Dapunta Hyang Mahawangsa), Agus Kuncoro (Awang Kencana), Sahrul Gunawan (Purnama Kelana), Hafsary Thanial Dinoto (Endang Wangi), Mathias Muchus (Ki Goblek), Julia Perez (Malini), Oim Ibrahim (Pati Duta), Jajang C. Noer (Ratu Kalimanyang)
Durasi: 141 menit
Tanggal Rilis: 10 Januari 2013
Rating: Remaja
Produksi: Pemda Sumatera Selatan, Putaar Production

4. Gangster Squad
Gangster Squad (Foto: Wilson Webb/Warner Bros. Entertainment)
Jangan banyak berharap dari film besutan Ruben Fleischer ini. Nasib “Gangster Squad” memang jauh dari keberuntungan. Setelah sebelumnya harus disyuting ulang karena insiden penembakan Aurora, dimundurkan jadwal rilisnya ke bulan yang sepi, kini “Gangster Squad” juga memulai debut dengan sambutan yang tidak terlalu positif.

Tentu saja, bagi yang tetap berminat untuk menyaksikan film ini, masih ada nama-nama besar yang menjadi alasan kuat kenapa “Gangster Squad” cukup layak untuk ditonton. Selain menampilkan Sean Penn dan Josh Brolin sebagai mafia dan polisi yang berseteru, film ini juga menampilkan Ryan Gosling dan Emma Stone yang punya daya tarik kuat bagi penonton yang lebih muda.

PLOT:

Di Los Angeles tahun 1949, raja mafia kelahiran Brooklyn, Mickey Cohen (Sean Penn) adalah penguasa kota ini. Cohen mengeruk keuntungan dari uang haram yang diperolehnya dari perdagangan obat-obatan terlarang, senjata api, dan prostitusi. Ia melancarkan usahanya ini dengan bantuan para polisi dan politisi yang disuapnya. Ini cukup membuat polisi di kota tersebut ketakutan, kecuali sekelompok kru dari LAPD yang dipimpin oleh Sersan John O’Mara (Josh Brolin) dan Jerry Wooters (Ryan Gosling) yang datang untuk menghancurkan kerajaan kriminal Cohen.

Sutradara: Ruben Fleischer
Penulis Naskah: Will Beall
Pemeran: Sean Penn (Mickey Cohen), Josh Brolin (Sgt. John O'Mara), Ryan Gosling (Sgt. Jerry Wooters), Emma Stone (Grace Faraday), Anthony Mackie (Officer Coleman Harris), Michael Peña (Officer Navidad Ramirez), Giovanni Ribisi (Officer Conway Keeler)
Durasi: 113 menit
Tanggal Rilis: 11 Januari 2013
Rating: R
Produksi: Langley Park Productions, Lin Pictures, Village Roadshow Pictures

Berita Pilihan