Ello: Lebih Baik Diinvasi Korea Daripada Malaysia

Ello di kantor Yahoo! Indonesia (Foto: Jonathan Rian/Yahoo!)Penggemar Ello takjub dengan perubahan yang terjadi pada pria kelahiran 20 Februari 1983 saat video klip “Masih Ada” dirilis di pasaran. Sosok penyanyi pria manis yang selama ini dikenal masyarakat lewat “Pergi Untuk Kembali”, telah berganti menjadi sosok pria petualang yang tampil dengan gaya cuek.

Lama vakum semenjak album “Realistis/Idealis” penyanyi bernama lengkap Marcello Tahitoe ini meluncurkan album baru yang dia produseri sendiri. Album yang dia beri nama “Taub Mumu”, ini diluncurkan pada Rabu (13/4) di Kemang, Jakarta.

Di tengah kesibukannya, anak dari Diana Nasution ini menyempatkan diri datang ke kantor Yahoo! Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta. Yahoo! OMG! sempat berbincang dengan dirinya, yang ternyata juga gemar mendengarkan musik Korea.

Album ini sudah sesuai dengan keinginan kamu?
Persis. Mimpi aku sih. Di album ini aku bisa menjadi diri sendiri. Tidak seperti album pertama, itu bukan aku. Bukan jenis musik yang aku suka. Pop urban gitu, dominan keyboard. Sejak “Masih Ada”, aku sudah menjadi diri sendiri.

Saat aku buat album pertama, label ketika itu sedang butuh penyanyi pria lain. Segmennya perempuan. Sedangkan di album kedua dan ketiga, target perempuan bukan jadi target utama aku. Album pertama aku eneg. Makanya cabut.

Padahal banyak orang mengira kamu, jenis musik kamu berubah dari album pertama ke album berikutnya. Ternyata tidak ya…
Padahal aku menjadi diri aku sendiri. Tapi ya sudahlah, orang butuh sosialisasi jadi dijalani saja pelan-pelan.

Berarti tidak sepenuh hati dong dulu?
Aku sepenuh hati, karena itu pekerjaan aku. Tapi secara idealis, tidak sama sekali. Muka aku tidak bisa bohong. Sekali aku tidak suka, ya aku tidak suka. Imej yang membentuk aku di album pertama itu bikin aku eneg. Yang aku rindukan masa-masa dulu, aku gondrong dan ingin aku panjangin lagi kayaknya nih.

Hmmm kayaknya lebih bagus sekarang deh rambutnya…
Kalau aku mau kelihatan bagus, ya mendingan aku jadi model. Kan aku jualan musik. Hehe.

Apa artinya tato “4:20” kamu?
Aku pertama kali membuat tato ini, karena aku suka jam segini. 16.20 sore. Kamu tahu kalau dalam fotografi, enggak bagus kalau kamu foto jam 12 atau 1 siang. Pasti lebih bagus jam 7 atau 8 pagi atau jam 4 sore sekalian. Karena saat itu cahayanya bagus. Saat itu aku sedang menyetir pertama kalinya, kemudian aku melihat jam digital di dashboard mobil menunjukkan jam segitu.

Masih ada lagu-lagu cinta di album “Taub Mumu”?
Masih ada. Ada sekitar tiga lagu tentang cinta, “Yang Ku Nanti”, “Selagi Bimbang”, “Gak Kayak Mantanmu”, tapi lagunya tidak semenyek-menyek itu. Sama lah seperti aku di kehidupan asli. Ketika aku mengekpresikan cinta, aku tidak seromantis itu. Aku lebih yang, “Gue cinta sama lo, let’s work this out”.

Tiga puluh persen dari pengalaman pribadi aku, sisanya berasal dari kejadian yang suka dialami masyarakat pada umumnya. Makanya aku namakan “Taub Mumu” [dibaca terbalik jadi Buat Umum]. Masyarakat pasti pernah dibandingkan dengan mantan sama pasangan mereka, masyarakat pasti pernah merasa trauma. Itu yang aku angkat.

Tapi kamu suka semua jenis lagu, kan?
Iya. Aku suka tiba-tiba masuk ke toko musik. Terus aku memilih CD yang tidak aku tahu, dan aku membelinya hanya karena… covernya. Dari lima, hanya tiga yang berhasil. Menurut aku semakin banyak referensi musik yang semakin bagus. Sama seperti membaca bukulah.

Kenapa kamu memutuskan kembali lagi?
Aku enggak punya uang. Hahaha. Di luar kerinduan aku bermain musik ya. Tapi kan memang napasnya setiap seniman itu di karyanya.

Ekspektasi kamu dengan kembali bermusik ini?
Aku ingin lebih bisa menjadi diri aku sendiri. Aku tidak ingin menjadi seseorang yang bukan aku.

Menurut kamu musik zaman sekarang seperti apa?
Sejujurnya aku bukan penggemar musik zaman sekarang. Rocknya enggak terlalu suka,  RnBnya lebih seperti musik house yang di-RnB-kan. Aku tidak menikmatinya. Akhirnya ya yang aku nikmati ya mereka yang masih bertahan dengan gaya bermusik mereka, seperti Foo Fighters, kemudian Adele, musiknya sangat orisinal.

Untuk lokal, variatif. Korea sangat menginvasi kita banget. Dan menurut aku tidak ada masalah. Lebih baik diinvasi Korea daripada Malaysia, karena aku lebih bisa menikmati musik seperti itu. Setidaknya untuk lucu-lucuan, seperti Cherry Belle. Itu masih bisa joget-joget kecil.

Kamu selama ini ngapain saja?
Pas aku sedang vakum, aku baru lulus kuliah. Aku selama dua tahun kuliah sambil kerja. Capek banget. Itu lumayan menyebalkan. Sudah deh aku memutuskan setelah lulus kuliah untuk enggak mau berbuat apa pun. Aku sekalian menguruskan badan. Dulu aku 90 kg.

Berhasil?
Berhasil! Sekarang 68 kg. Aku makan lima kali sehari. Sarapan dua kali jam 11 atau 12 siang. Jam 3 sore makan, jam 10 malam makan, terakhir jam 2 dini hari.


Ello sempat memainkan lagu "Gak Kayak Mantanmu" dari album terbaru "Taub Mumu" khusus untuk para pembaca Yahoo! OMG!:







LIHAT JUGA:

GALERI FOTO: Ello bermain musik di kantor Yahoo! Indonesia
Astrid akan kolaborasi dengan penyanyi Korea
Audy angkat topi untuk BCL
GALERI FOTO: Astrid di kantor Yahoo! Indonesia
GALERI FOTO: Apa kabar Audy?
VIDEO EKSKLUSIF: Astrid - Mendua

Berita Pilihan