Resep Lama di Album Kebangkitan The Cranberries

The CranberriesMengingat jarak waktu yang cukup panjang dengan album sebelumnya, awalnya saya khawatir The Cranberries akan bermain aman dalam album bertajuk “Roses” ini. Misalnya, dengan cara menyuguhkan lebih banyak lagu-lagu melankolis dan menghindari lagu berirama menghentak dan cepat demi pangsa pasar yang lebih luas.

Ya, band asal Irlandia ini memang terakhir kali merilis album “Wake Up and Smell the Coffee” pada 2001. Setelah sempat vakum bertahun-tahun dan kemudian berkumpul kembali tahun 2009, akhirnya belum lama ini mereka merilis album ke-6.

Di album baru ini, untunglah kekhawatiran saya tidak terjadi. Saya masih bisa menemukan lagu-lagu khas The Cranberries dengan resep yang tidak banyak berubah. Terutama ciri khas dari suara sang vokalis, Dolores O'Riordan, yang tetap terdengar menawan.

Bahkan permainan musik yang mereka usung kali ini juga terasa lebih kaya dan bertenaga ketimbang sebelumnya.

Semua itu sudah terasa sejak lagu “Conduct” yang dipasang sebagai nomor pertama. Berlanjut dengan “Tomorrow” yang bernada riang, serta “Losing My Mind”,  dan “Show Me” yang sama-sama enak dinikmati sambil bergoyang.

Dengan irama yang mudah dicerna, “Tomorrow” dan “Show Me” sangat gampang langsung saya sukai. Jika ada daftar nomor hits sepanjang masa dari The Cranberries, dua lagu itu merupakan kandidat yang layak dimasukkan bersama lagu-lagu lain seperti “Linger”, “Ode to My Family”, “Animal Instinct”, “Dreams”, dan “Stars”.

Selain itu, sejumlah nomor lain seperti “Raining In My Heart”, “Schizophrenic Playboys”, dan “Astral Projections” juga tidak kalah menarik.

Dari 11 lagu yang ada di album yang diproduseri Stephen Street ini, bisa dibilang hampir semuanya hadir dengan irama yang dinamis. Hanya “So Good” dan “Roses” yang tergolong bertempo lambat dari awal sampai selesai.

Untuk urusan menciptakan lagu, seperti juga di album sebelumnya, kali ini hampir semuanya masih dibuat Dolores bareng Noel Hogan (gitar, kibor). Hanya empat lagu yang merupakan ciptaan Dolores sendiri.

Selain Dolores dan Noel, The Cranberries tetap diperkuat juga oleh Fergal Lawyer (drum) dan Mike Hogan (bas).

Sementara itu, harga Rp 100.000 yang dibanderol pada album ini sebenarnya terbilang agak tinggi dibanding harga jual rata-rata album musisi asing lain. Apalagi kemasannya tergolong sederhana. Tapi dengan disertakan pula bonus rekaman konser mereka di Madrid tahun lalu dalam satu cakram padat tersendiri, harga sebesar itu menjadi terasa pantas.

Jika diperhatikan, menyertakan lagu bonus tampaknya sudah jadi semacam tradisi The Cranberries dalam setiap albumnya selama ini, meskipun terkadang bonus itu baru diberikan dalam rilis ulang.

Secara keseluruhan, album ini layak dikoleksi. Terutama bagi penggemar yang sudah lama menunggu.

Benny Chandra (www.bennychandra.com)

Berita Terkini