Album ‘Easy Listening’ Sarat Makna Ala Anggun

Tiga tahun penantian para penggemar terhadap album baru Anggun rasanya tidak sia-sia. Dibandingkan dengan album sebelumnya, ada yang berbeda di album "Echoes" ini. Jika album "Elevation" (2008) didominasi lagu-lagu berirama rancak, sekarang Anggun lebih banyak menawarkan tembang yang bernuansa easy listening atau cenderung berirama lembut.

Foto oleh Benny Chandra

Kesan itu sudah terasa sejak awal saat album penyanyi cewek bernama lengkap Anggun Cipta Sasmi ini dibuka dengan "Buy Me Happiness". Lagu ciptaan Anggun, Vincent Baguian, Jean-Pierre Pilot, dan William Rousseau ini terdengar unik karena seolah-olah menghadirkan dua suara penyanyi berbeda yang saling bersahutan. Selanjutnya langsung disusul oleh "Hanyalah Cinta" (Anggun, Marie Bastide, dan Gioacchino Maurici), salah satu lagu jagoan lain yang iramanya juga segera memikat pendengaran.

Diselingi lagu bertempo cepat dan sedang, sejumlah lagu yang mudah dicerna lain terus bergulir. Siap-siap saja terlena dan ikut sendu saat mendengarkan "Eternal", "Rollercoaster", "A Stranger", "Silent Vow", "Berkilaulah", "Only Love" (versi Inggris dari "Hanyalah Cinta"), "Count on Me", "Sorry", dan "Always You".

Ada yang istimewa dengan "Always You". Di lagu yang ternyata lebih dahulu dirilis sebagai single di Jerman pada akhir tahun lalu itu, Anggun diiringi oleh Schiller alias Christopher Von Deylen, seorang musisi Jerman yang pernah bekerja sama dengan sejumlah penyanyi kondang seperti Enya, Sarah Brightman, dan Kim Sanders (mantan vokalis Culture Beat).

Yang membuat saya lebih tertarik, irama "Always You" mengingatkan pada lagu "Angel" milik Sarah McLachlan dan "Stay" dari Michelle Featherstone yang sama-sama sendu. Saran saya, hindari mendengarkan ketiga lagu itu secara berurutan, kecuali memang ingin memunculkan suasana melankolis seketika.

Sementara lagu-lagu lain yang berirama rancak dalam album ini sebenarnya bukan kurang enak dinikmati, tapi bagaimana pun juga lagu yang bertempo lambat umumnya lebih gampang diterima. Bisa jadi menyuguhkan banyak lagu berirama lambat merupakan bagian dari strategi pemasaran untuk lebih menarik perhatian penikmat musik, khususnya di Indonesia.

Oh ya, jangan terkecoh saat mendengarkan lagu "Berkilaulah". Sekilas lagu itu merupakan terjemahan dalam versi bahasa Indonesia dari "Eternal", tapi ternyata bukan. Isi liriknya lumayan jauh berbeda. Tidak seperti "Only Love" dan "Hanyalah Cinta". Coba saja dengarkan dan bandingkan liriknya.

Lirik lagu-lagu di album ini tidak kalah mengundang perhatian sekaligus menjadi keunggulan tersendiri di samping musik yang diusung. Judul-judul lagunya mungkin terlihat sederhana, namun jika ditelusuri lebih jauh, rata-rata liriknya mengandung makna yang dalam mengenai kehidupan. Mengesankan.

Begitu juga dengan judul album "Echoes", yang juga punya makna tersendiri. Tidak sekadar berarti gema atau gaung. Judul itu ternyata merujuk pada seorang peri dalam mitologi Yunani yang bernama Echo. Penjelasan (kemungkinan dicuplik dari Wikipedia) yang lebih lengkap bisa dibaca dalam halaman pertama buklet lirik album ini.

Singkatnya, Anggun seperti ingin menunjukkan bahwa lagu-lagunya kali ini boleh saja sangat gampang dicerna, tapi judul album dan lirik tetap tidak asal-asalan.

Sayangnya, isi buklet liriknya kurang lengkap. Dari 17 lagu di album yang diproduseri langsung oleh Anggun ini, salinan lirik hanya tersedia untuk 12 lagu saja. Lirik dari lima lagu lain yang disebut sebagai exclusive bonus tracks tidak disertakan. Mungkin terlalu eksklusif.

Berita Terkini

  • Ahmad Dhani Izinkan Dul Tinggal Bersama Maia Estianty

    Ahmad Dhani Izinkan Dul Tinggal Bersama Maia Estianty

    Ahmad Dhani Izinkan Dul Tinggal Bersama Maia Estianty

    TRIBUNNEWS.COM - Ahmad Dhani ternyata melunak. Ia mengizinkan putra bungsunyatinggal bersama bekas istrinya, Maia Estianty. …

  • Pemberontakan Iwan Fals, Dipuja Rakyat Jelata

    Pemberontakan Iwan Fals, Dipuja Rakyat Jelata

    Pemberontakan Iwan Fals, Dipuja Rakyat Jelata

    Jakarta, C&R Digital - Iwan lahir dari Lies (ibu) dan mempunyai ayah tiri Haryoso (almarhum). Iwan menikahi Rosanna (biasa dipanggil Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani. Sebelum tenar sebagai penyanyi, Iwan sempat aktif di kegiatan olahraga. Ia misalnya, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi …

  • Ini Permintaan Maaf Gio Setelah Tereliminasi dari Panggung Indonesian Idl 2014

    Ini Permintaan Maaf Gio Setelah Tereliminasi dari Panggung Indonesian Idl 2014

    Ini Permintaan Maaf Gio Setelah Tereliminasi dari Panggung Indonesian Idl 2014

    TRIBUNNEWS.COM - Gagal menjadi yang terbaik dalam ajang Indonesian Idol 2014, membuat Giofanny Elliandrian meminta maaf. …