Album Baru Minim Kisah Sendu Glenn Fredly

Don’t judge a book by its cover.

Kalau tidak ingat nasihat klasik itu, mungkin saya tidak pernah membeli album bertajuk “Luka, Cinta & Merdeka” karya Glenn Fredly. Bahkan tulisan ini pun tidak akan pernah ada.

Mengapa demikian?

Album "Luka, Cinta & Merdeka" karya Glenn Fredly (Foto: Benny Chandra)Ketika pertama kali melihat penampilan album ini, saya tidak serta-merta tertarik. Bagi saya, desainnya bukan sebuah desain sampul album yang enak dipandang. Terlalu meriah. Saya bahkan sempat tidak mengenalinya sebagai sampul album baru milik Glenn Fredly bersama band pengiringnya, The Bakuucakar.

Setelah akhirnya membelinya, perjalanan saya menikmati isi album dimulai dengan mendengarkan sapaan sang penyanyi lewat lagu “Merdeka” berdurasi singkat (2:02). Lirik di lagu ini seakan berusaha menjelaskan arti judul album.

Dua nomor selanjutnya berirama lumayan dinamis dan dengan lirik bukan seputar urusan patah hati. “Selagi Ada Waktu” dan “Jakarta” sempat membuat saya hampir lupa bahwa ini adalah album milik Glenn Fredly — penyanyi yang terkenal dengan lagu-lagu melankolis dan lirik penuh kesenduan.

Apalagi masih ada beberapa lagu lain serupa dua lagu itu yang ikut diusung Glenn bersama Rayendra Sunito (drum), Harry Anggoman (piano), Kenna Lango (synthesizer), Andre Dinuth (gitar), Bonar Abraham (bas), Rifka Rachman (drum elektronik), dan Nicky Manuputty (saksofon).

Tapi, tenang saja. Di album berisi 12 lagu ini, Glenn tetap menawarkan sejumlah lagu melankolis, meskipun tidak semuanya berkisah soal patah hati. Ada yang lebih menyiratkan soal kerinduan seperti “Renjana” dan “Sabda Rindu”.

Barulah lewat “Untuk Sebuah Nama” dan “Abadi”, Glenn melantunkan kisah kesedihan dan kekecewaan dalam hubungan asmara. Termasuk pula dalam kategori ini adalah “Malaikat Juga Tahu” ciptaan Dewi Lestari yang dinyanyikan ulang menjadi lebih sendu.

Walaupun tingkat kegalauan yang tercipta boleh dibilang masih belum bisa menandingi lagu-lagu terdahulu macam “Akhir Cerita Cinta” dan “Sedih Tak Berujung” yang liriknya mengenaskan dan memilukan hati itu, namun rasanya tiga lagu melankolis tadi tetap cocok dinikmati oleh mereka yang masih atau sedang bermasalah dengan asmara.

Yang menarik, tema yang diusung dalam album kali ini tidak melulu semuanya seputar urusan cinta. Glenn juga melontarkan kritik sosial lewat lagu seperti “Jakarta” dan “Menanti Arah”.

Secara keseluruhan, ini adalah sebuah album yang enak dinikmati mulai dari awal sampai akhir, dengan balutan lirik cukup bervariasi. Sayangnya, sampulnya itu…

Benny Chandra (www.bennychandra.com)

Berita Pilihan

  • Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Jakarta International School (JIS) tengah menjadi sorotan publik karena kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan petugas kebersihan di sekolah itu. Namun, sebelum kasus ini mencuat, seorang pedofilia internasional pernah mengajar di JIS. …

  • Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Jika Anda membuat sebuah akun Standard/Managed pada Mac, checkbox Parental Controls memungkinkan Anda untuk memberi kontrol agar pengguna yang lebih muda dan masih berada di bawah bimbingan memiliki batasan penggunaan. Ini merupakan sebuah fitur yang membantu Anda dalam membuat akun bagi pelajar, anak kecil, atau orang dewasa yang keranjingannya terhadap Mac sulit dihentikan. (Checkbox ini sebenarnya juga tersedia untuk akun Admin, namun jika Anda mengaktifkannnya maka akan keluar pesan …

  • Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    TRIBUNNEWS.COM - Marsha Timothy senang karena suaminya saat tidak ada kerjaan serba bisa mengurus anak. …