Fair Game : Drama Politik yang Indah dan Mencekam

Bagi saya, menonton film ini ibarat melampiaskan rasa penasaran untuk menyaksikan kepiawaian sutradara handal Doug Liman (The Bourne Identity-2002, Mr. & Mrs.Smith-2005, Jumper-2008 ) dalam menerjemahkan jalinan kisah nyata fenomenal Valeria Plame Wilson, seorang ibu rumah tangga sekaligus agen CIA yang terjebak dalam situasi sulit dan penuh intrik dalam sekeping episode kehidupannya.

Valeria menulis kisah hidupnya itu dalam buku Fair Game: My Life as a Spy, My Betrayal by the White House (2007). Kisah itulah yang kemudian diangkat dalam film berdurasi 108 menit ini, yang diperkaya pula dengan memoar Joseph Wilson (suami Valeria) yang berjudul The Politics of Truth (2004).

Sepasang suami istri yang berbahagia, Joseph “Joe” Wilson (Sean Penn) dan Valeria (Naomi Watts) hidup bersama secara harmonis layaknya profil keluarga kelas menengah Amerika. Mereka mengasuh kedua putri kembar mereka, dan terkadang ikut ngerumpi soal politik bersama kawan-kawan mereka di sela-sela waktu luang. Pada masa itu (dalam setting tahun 2002), pemerintahan George W Bush sedang gencar-gencarnya mencari celah untuk mendapatkan bukti keberadaan uranium atau apapun yang berkaitan dengan senjata pemusnah massal di Irak sebagai alasan untuk melakukan agresi militer. Valeria juga dilibatkan dalam operasi rahasia tersebut dengan status sebagai agen CIA bersama sang suami.

Sebagai diplomat, Joe Wilson ditugaskan ke Nigeria dengan misi membuktikan dugaan bahwa negara tersebut telah melakukan transaksi pembelian dan penyediaan bahan dasar bom nuklir dengan Irak. Namun Joe kemudian menemukan fakta yang membantah dugaan tersebut. Ia pun lalu melaporkan kepada atasannya. Namun fakta yang disodorkan oleh Joe mendadak “dianulir” setelah Scooter Libby (David Andrews), kepala staf kantor wakil presiden Dick Cheney melontarkan argumen yang “mementahkan” laporan Joe dan meyakinkan pihak-pihak yang berkepentingan bahwa mereka telah melupakan pipa-pipa berisi bahan kimia yang menjadi bahan baku senjata pemusnah massal tersebut. Dan begitulah, kita akhirnya tahu invasi Irak pun terjadi. Tak terlerai.

Joe ternyata tak tinggal diam. Dengan geram ia menulis artikel di New York Times yang menyatakan pemerintah AS telah melakukan pembohongan publik dengan merekayasa alasan menggempur Irak. Artikel Joe, yang menampilkan hasil riset lapangannya untuk memperkuat pembuktian, membuat Gedung Putih gonjang ganjing. Dan melalui artikel di The Washington Post identitas Valerie sebagai agen CIA diungkap ke publik. Tak ayal kehidupan keluarga Joe dan Valeria berada di ambang krisis ketika masyarakat dan pemerintah menganggap mereka tak lebih dari pengkhianat bangsa.

Pilihan untuk tetap melawan menjadi prinsip Joe. Dengan gigih ia bersuara ke berbagai media sementara Valerie memilih diam. Pilihan yang berbeda itu membuat pertikaian sepasang suami istri ini kian tajam. Valerie akhirnya bangkit ikut “bertarung” bersama suaminya dengan bersaksi berdasarkan fakta yang ia peroleh, dan kita kemudian tahu apa yang terjadi kemudian.

Terus terang saya terkesima menyaksikan parade akting Sean Penn dan Naomi Watts yang sangat padu dengan “chemistry” yang “lengket”. Ini adalah kali ketiga mereka dipertemukan dalam satu frame dan kedua bintang ini dengan sangat baik menyajikan olah emosi, ketakutan, keberanian dan kegalauan yang sangat ekspresif. Karakter Sean Penn menurut saya cukup cemerlang memainkan sosok “sang pembangkang” yang memperjuangkan idealismenya. Latar belakang aktor ini yang cukup memahami dinamika politik relatif mendukung perannya.

Bila pada film Mr.& Mrs.Smith garapan sang sutradara Doug Liman sarat adegan aksi, jangan berharap hal serupa Anda banyak temukan dalam film ini. Di prolog film, Liman sudah memaparkan lebih dalam bagaimana romantika menjadi agen rahasia CIA kemudian secara bertahap meningkat menjadi sebuah perlawanan “rakyat jelata” atas ketidakadilan negara. Dialog-dialog politik bernas banyak Anda temui di sepanjang film ini dan sangat cocok buat Anda yang menggemari film-film drama politik termasuk segala intrik yang terkandung didalamnya. Liman berhasil "memahat" keindahan yang menegangkan dalam film ini.

Tampaknya memang, aksentuasi Fair Game lebih fokus pada bagaimana konflik dan dinamika politik memberikan pengaruh signifikan pada keharmonisan keluarga. Meski kecenderungan pemilihan sudut pandang ini relatif “melankolis” dan mungkin kurang populer saya menganggap porsi drama politik yang disajikan cukup proporsional memberikan warna dan memperkaya perspektif kita sebagai penonton awam. Moga-moga sineas Indonesia bisa terinspirasi membuat film berkualitas dari film bagus ini. Idenya banyak dan tinggal dikembangkan :)

Berita Pilihan

  • Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Pedofil internasional pernah mengajar di JIS

    Jakarta International School (JIS) tengah menjadi sorotan publik karena kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan petugas kebersihan di sekolah itu. Namun, sebelum kasus ini mencuat, seorang pedofilia internasional pernah mengajar di JIS. …

  • Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Cara Atur Waktu Pemakaian Mac dengan Parental Control

    Jika Anda membuat sebuah akun Standard/Managed pada Mac, checkbox Parental Controls memungkinkan Anda untuk memberi kontrol agar pengguna yang lebih muda dan masih berada di bawah bimbingan memiliki batasan penggunaan. Ini merupakan sebuah fitur yang membantu Anda dalam membuat akun bagi pelajar, anak kecil, atau orang dewasa yang keranjingannya terhadap Mac sulit dihentikan. (Checkbox ini sebenarnya juga tersedia untuk akun Admin, namun jika Anda mengaktifkannnya maka akan keluar pesan …

  • Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    Kata Marsha Timothy Suaminya Serba Bisa, Hanya Satu Ini yang Tak Bisa Dilakukan

    TRIBUNNEWS.COM - Marsha Timothy senang karena suaminya saat tidak ada kerjaan serba bisa mengurus anak. …